Penumpang Pesawat Kaget Diberikan Bunga, kenapa?

F. G. Tangkudung
11 Des 2018 09:11
Berita 0 81
2 menit membaca

9 Desember yang diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia, diperingati dengan cara berbeda di Sulawesi Utara (Sulut).

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut menggandeng PT Angkasa Pura I memperingati hari Anti Korupsi dengan mengkampanyekan anti korupsi di Bandara Sam Ratulangi.

GM Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai, bersama Asdatun Kejati Sulut, Jurist Precisely Sitepu membagikan bunga, stiker dan pin anti korupsi kepada penumpang di bandara.

Menurut Precisely Sitepu, pemberian bunga dan pin kepada penumpang pesawat, adalah salah satu cara mengkampanyekan anti korupsi kepada warga.

“Ini adalah bentuk kampanye pencegahan terhadap tindak pidana korupsi. Kami ingin masyarakat tahu bahwa korupsi itu adalah melanggar hukum, dan berat hukumannya,” kata Sitepu.

Dirinya berharap, setelah mendapatkan informasi, masyarakat dapat mengerti dan memahami, sehingga bisa membantu pemerintah dalam memerangi penyakit yang sering dialami pejabat ini.

“Korupsi di Indonesia sangat tinggi, kami berharap kita semua bisa menjadi pelopor untuk menyelamatkan bangsa ini dari jeratan korupsi,” tambahnya.

GM Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai menyebut, pihaknya senantiasa terus mendukung pemberantasan korupsi.

“Kami mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk memberantas praktik korupsi. Perbuatan melanggar hukum ini sangat merugikan negara, juga merugikan masyarakat,” ujar Minggus.

Pembagian bunga dan pin anti korupsi mendapat sambutan baik dari penumpang. Mereka yang sedang menunggu keberangkatan pesawat, menyambut dengan antusias pemberian bunga, pin dan stiker tersebut.

Paul Mailangkay, salah satu penumpang tujuan Jakarta memberikan apresiasi atas upaya Kejati dalam mensosialisasikan upaya pencegahan perilaku korupsi.

“Saya bangga bila masih ada pejabat yang sangat antusias memerangi korupsi, ini patut diapresiasi,” kata dia.

Selain mengunjungi Bandara Sam Ratulangi, Kejati Sulut juga mendatangi Kantor DPRD Sulut.

Dalam kunjungan mereka ke DPRD Sulut, pihak Kejati menyerahkan bunga dan stiker sebagai simbol perayaan Hari Anti Korupsi.

Ledrik Takaendengan yang mewakili Kejati Sulut berharap, lembaga legislatif ini bisa mendukung pemberantasan korupsi.

“Intitusi DPRD adalah salah satu tempat rawan terjadinya praktik korupsi. Kami berharap DPRD bisa menjadi senjata utama dalam menumpas korupsi di Sulut,” katanya.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Sulut, Jackson Ruaw memberi mengapresiasi kegiatan dari Kejati dalam memperingati Hari Anti Korupsi sedunia.

“Kami mengapresiasi pihak kejati. Mereka mengingatkan kami untuk benar-benar melakukan tugas kami sesuai dengan ketentuan dan senantiasa menghindari terjadinya tindakan Korupsi,” katanya.

Penulis : Lala Nvidia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *