Selamat Memilih, Lawan Kecurangan dengan Nurani!

F. G. Tangkudung
13 Feb 2024 16:33
Opini 0 82
2 menit membaca

Tiba saatnya rakyat Indonesia akan menentukan masa depan bangsa lewat pemilu 14 Februari 2024. Semua sepakat, lawan kecurangan dalam bentuk apapun.

Usai adu massa dalam kampanye akbar terakhir, tiga pasangan calon akan menjalani hari putusan. Dari sejumlah survei, pasangan Prabowo-Gibran ditempatkan menjadi pemenang, bahkan dengan satu putaran.

Menariknya, dalam tiga hari masa tenang sejumlah isu mencuat yang bisa melemahkan Prabowo – Gibran.

Yang pertama, dugaan korupsi pembelian pesawat jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari negara Qatar. Media asing Meta Nex mengungkap adanya kesepakatan dengan Qatar untuk pembelian 12 jet tempur Mirage bekas senilai US$ 792 juta atau setara sekitar Rp 12,4 triliun.

Kedua, blak-blakan pengamat militer Connie Bakrie yang mengaku mendengar pengakuan ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani soal Prabowo yang hanya akan menjabat dua tahun lalu berlanjut ke Gibran.

Terakhir, tentu saja paling fenomenal adalah rilis film Dirty Vote. Dalam film dokumenter tersebut, mengungkap sebagian bentuk kecurangan yang melibatkan kekuasaan. Dalam dua hari film tersebut sudah ditonton sebanyak 13 juta kali.

Tiga isu ini melengkapi fakta sebelumnya, pernyataan ribuan tokoh akademisi dari ratusan kampus di Indonesia yang menyebut Joko adalah perusak demokrasi yang sudah cukup melemahkan Bowo.

Pertanyaannya, mampukah Prabowo Gibran akan menang satu putaran? Jawaban pertanyaan tersebut akan tersaji dalam beberapa jam ke depan.

Setiap individu masyarakat Indonesia tentu punya hak untuk menentukan pilihannya. Memilih siapa calon pemimpinnya dan menitipkan harapan di masa depan.

Sudah tentu, tiga pasangan calon ini adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Memilih yang terbaik di antara terbaik atau memilih yang paling sedikit keburukannya. Namun yang terpenting, proses kompetisi harus berjalan adil dan jujur.

Setali tiga uang, sejumlah aplikasi untuk warga jaga suara kawal pemilu terus bermunculan. Hal ini untuk memantau pelaksanaan pemilu. Setitik kecurangan dalam sekejap akan menjadi konsumsi nasional.

SATU harapan bersama, aparat dan petugas Pemilu akan mewujudkan pesta demokrasi yang riang gembira tanpa kecurangan di bawah intimidasi.

Bagi seluruh rakyat Indonesia, salurkan suara untuk menentukan masa depan Indonesia. Jangan lupa, mari lawan segala bentuk kecurangan agar pemimpin terpilih punya legitimasi yang kuat.

Pilihlah pemimpin dengan melihat latar belakang dan karya nyatanya. Runut proses menuju pencalonan, soal intimidasi dan konstitusi. Cari yang punya adab dan etika yang baik. Nilai tingkat intelektual dan kemampuan menguasai emosi.

Ahok Offside, Joko-Bowo Terdesak

Selamat Memilih… (fgt)