Tim Djarum Black berhasil menjadi juara Ganesha Bridge Open Tournament (GBOT 6) 2026, Minggu (3/05/2026). Kejuaraan yang dilangsungkan di BBPMB tekMIRA — Convention Hall Lantai 1, Jl. Jendral Sudirman 623, Bandung, Jawa Barat, merupakan kejuaraan bridge terbuka terbesar sejak masa pandemi Covid 19, tahun 2020 silam.
Tercatat, total ada 60 tim dari seluruh Indonesia termasuk 3 tim dari luar negeri. Turnamen dipimpin Chief Tournament Director International, John Tumewu.
Kejuaraan yang berlangsung dua hari ini memang menyediakan total hadiah yang cukup bersar yakni Rp200 juta. Hadiah Juara I Rp40 juta, juara II Rp30 juta dan Juara III Rp25 juta.
Usai melewati babak penyisihan 9 ronde @8board, tim Olly Dondokambey dan MCC Preservasi menempati peringkat pertama dan kedua. Kedua tim ini bersama satu wakil tuan rumah, Ganesha ISR masuk final, menunggu lima tim lain yang harus melewati babak Knock Out.
Sepuluh tim harus saling sikut untuk memperebutkan lima tiket final tersisa. Komposisi undiannya adalah Sumsel Open Vs Kota Bogor Putra, Djarum Super Vs Climanusa, Alunand Vs Djarum Black, KB Pertamina Vs Djarum Bold, dan XMMBridge Vs GABMO.
Usai bertarung 1 ronde @16board, lima tim berhak menyusul tiga tim lainnya. Mereka adalah Kota Bogor Putra, Climanusa, Djarum Black, Djarum Bold dam XMMBridge.
52 tim yang gagal melaju ke babak final, masih disediakan arena hiburan untuk mengejar remah hadiah, dengan label Flight A dan Flight B.
26 tim teratas masuk Flight A sementara 26 tim sisa bermain di Flight B. Mereka juga bermain 8 ronde @8 board.
5 tim yang gugur di babak KO, langsung bergabung ke flight A di ronde kedua.
Duo Djarum Terlalu Tangguh
Babak Final mempertemukan delapan tim terbaik, satu diantaranya berasal dari China yakni XMMBridge.
Usai memainkan delapan ronde, Djarum Black kokoh di puncak klasemen dengan 106,1 VP. Tim ini bermaterikan Paulus Sugandi, Jemmy Bojoh, Agus K, Anthony Subroto, Lesley G dan Kristina Wahyu. Djarum black mencatatkan 7 kemenangan beruntun.
Saudara Djarum Black yakni Djarum Bold, meraih tempat kedua dengan 89,01 VP. Djarum Bold beranggotakan Kamto, Nettin Erinda, Monica Ayu Triana, Ego Agnes Aditya, Fransisca Tri Martini, M Hsyimi.
Melengkapi tiga besar, tim MCC Preservasi yang meraih 83,68 VP. Mereka menurunkan Vian Bitticaca, Michael Fernando, Noldi Ngantung, Arie Maramis, Rivans Poli dan Octa Wohon.
Selanjutnya peringkat empat sampai kedelapan adalah Climanusa (72,18 VP), Kota Bogor Putra (58,65 VP), Ganesha ISR (53,66 VP), XMMBridge (48,88 VP).
Tim Olly Dondokambey, yang perkasa di babak penyisihan seperti kehabisan amunisi di babak final. Mereka berada di juru kunci babak final dengan (46,84 VP).
GABMO Juara Flight A
Tim GABMO berhasil meraih gelar pelipur lara untuk mengobati kekecewaan mereka dengan menjuarai babak swiss Flight A.
Meski turun dengan tiga pemain juara PON Bridge beregu putra 2024, GABMO yang menjadi favorit melaju ke babak final, di luar dugaan tersandung di babak KO.
Pada Flight A, GABMO meraih 112,14 VP. Tim Mabi dan Ganesha senior melengkapi podium dengan meraih posisi dua dan tiga.
KOTA BEKASI LADIES Juara Flight B
Kota Bekasi Ladies menjadi juara di kategori flight B dengan 111,09 VP. Berada di bawahnya, tim Mitra Buana (107,79 VP) dan tim Palembang Junior (97,17 VP).
Reza Rumambi Dampingi Langsung
Ketua GABMO Manado, Reza Rumambi tampak hadir langsung ke arena pertandingan untuk memberi dukungan kepada tim. Kehadirannya membuat tim GABMO yang sempat terluka karena gagal ke babak final, mendapat semangat baru.
Alhasil, mereka sukses menggapai gelar hiburan, juara di Flight A, meski itu masih di bawah target yang dibebankan.
Masukan untuk GABMO
Kegagalan GABMO masuk ke delapan besar kejuaraan GBOT 2026, harus menjadi evaluasi untuk menghadapi Kejurnas Bridge 2026 akhir tahun mendatang.
Memang, hasil ini tidak menggambarkan kualitas individu para pemain yang turun. Apalagi GABMO hanya ‘sanggup’ memberangkatkan 2 pasangan, mengingat biaya transportasi dan akomodasi yang sangat besar karena bermain di pulau Jawa.
Wajar dan manusiawi jika keempat pemain ini kelelahan usai memainkan 8board x 9 ronde. Imbasnya, di babak Knockout mereka tumbang 39-22 IMP atas XMMBridge.
Bermaterikan Mario Mambu- Franky Umboh, Tommy Rogi- Bill Mondigir, tim ini lumayan solid. Hanya saja, melihat perkembangan pesat para pemain dari daerah lain, ini sudah harus menjadi alarm dini.
Banyak pemain berdarah Manado yang kini berseliweran di berbagai daerah yang mungkin akan menjadi lawan sengit di Kejurnas nanti.
SATU KADERA TIGA ORANG
Yang unik, adalah kondisi yang harus dihadapi Mario Mambu. Pada ajang PON 2024 saat meraih medali emas tim beregu putra, Mario berpasangan dengan Clif ‘Cako’ Tangkuman.
Keduanya sampai sekarang juga masih sering bermain bersama. Pasangan ini merupakan kombinasi dua talenta muda terbesar Bridge Sulut. Mereka juga berpasangan saat membawa nama timnas Indonesia.
Pada ajang Porprov Sulut 2025, Mario mendapat pasangan baru, Franky Umboh, karena Clif tidak ber-KTP Manado alias bukan anggota GABMO. Hasilnya, Mario-Franky Juara Pasangan Putra Bridge Porprov Sulut.
Pada GBOT 2026, Clif bermain membawa tim KB Pertamina yang juga tidak lolos ke babak Final.
Jika bukan membawa nama GABMO, Mario bermain dengan Clif, sebaliknya di bawah bendera GABMO Mario berpartner dengan Franky. Sebuah keadaan yang runyam dan kurang prospektif.
Kepada Newsantara.id, Mario mengatakan kedua pasangannya tersebut memiliki kelebihan dan ciri khas masing-masing. Secara individual relatif berimbang.
Yang bikin makin runyam, ketika dalam sebuah turnamen nasional sebelum GBOT 2026 yakni BTC Bridge Open 2026, Tommy Rogi berpasangan dengan Clif Tangkuman. Keduanya berhasil mengantar timnya MBC menjadi juara. Tentu saja banyak opini dan spekulasi yang lahir melihat hasil ini.
Yang menjadi pertanyaan besar para pecinta Bridge Sulut, bagaimana jika nanti ada seleksi untuk pembentukan tim mewakili Sulut. Clif tentu sudah memenuhi syarat bermain dengan Mario. Mario pilih siapa?
Pertanyaan lucu, namun perlu mendapat atensi lewat kontemplasi mendalam. Biar itu menjadi urusan Mario, GABMO dan GABSI Sulut.
Selamat buat GABMO, atas gelar juara Flight A, GBOT 2026.

