Mario Mambu–Franky Umboh Raih Emas untuk Manado di Porprov

Mario Mambu–Franky Umboh Raih Emas untuk Manado di Porprov
Mario Mambu–Franky Umboh Raih Emas untuk Manado di Porprov

Pasangan Mario Mambu dan Franky Umboh meraih medali emas untuk kontingen Manado dari cabang olahraga Bridge Nomor Pasangan Putra di ajang  Porprov XII Sulut 2025.

Melansir dari website khusus olahraga catur dan bridge, Gambid.id, Cabang olahraga bridge nomor pasangan putra Porprov XII Sulut 2025 benar-benar menjadi ajang “perang bintang”. Nama-nama besar yang pernah mengharumkan Sulawesi Utara di pentas nasional bahkan internasional kembali berlaga, kali ini membela daerah masing-masing.

Empat pemain yang tahun lalu merebut medali emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024 nomor beregu putra—Mario Mambu, Clif “Cako” Tangkuman, Tommy Rogi, dan Denny Palar—kini harus berhadapan sebagai rival.

Tentu saja yang paling menjadi sorotan adalah perpisahan pasangan yang juga menjadi bagian Timnas Bridge Indonesia, Mario Mambu–Clif Tangkuman. Ini menciptakan atmosfer rivalitas dramatis.

Mario Mambu kini berduet dengan Franky Umboh membela Manado. Clif Tangkuman berpartner dengan Jongky Tumbel membela Minahasa.

Sementara itu, Tommy Rogi dan Denny Palar, yang di PON berpasangan dengan partner berbeda, kali ini tampil bersama membawa panji Manado.

Reuni Legenda Cross Fatek Unsrat

Porprov kali ini juga menjadi reuni bagi para legenda klub Cross Fatek Unsrat, salah satu kawah candradimuka bridge Sulut.

Nama-nama seperti Ronny Tanauma, Donald “Loco” Lolowang, dan Franky “Cute” Pondaag, termasuk Mario Mambu, turun gelanggang dengan pasangan masing-masing.

Kehadiran mereka menambah warna kompetisi, karena publik tahu betul kontribusi mereka dalam membangun tradisi bridge di Sulut.

Tidak ketinggalan pasangan veteran Sawoon Mandey–Robby Lempoy serta Nixon Korengkeng–Dirk Lumanauw. Meski usia tidak lagi muda, pengalaman mereka tetap menjadi faktor penting.

Bridge adalah olahraga otak, di mana jam terbang, pengalaman dan intuisi sering kali lebih menentukan daripada stamina fisik.

Format Pertandingan: 18 Pasangan, 9 Kabupaten/Kota

Nomor pasangan putra diikuti 18 pasangan dari sembilan kabupaten/kota: Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Sitaro, dan Sangihe Talaud. Setiap daerah berhak mengirim dua pasangan.

Pertandingan menggunakan sistem matchpoint pairs, di mana setiap board dibandingkan dengan hasil meja lain.

Sistem ini menuntut pemain untuk selalu menjaga kualitas bidding, play, dan defense, karena satu kesalahan kecil bisa menurunkan persentase secara signifikan.

Pasangan Putra: Mario Mambu–Franky Umboh Raih Emas

Setelah memainkan seluruh board, hasil akhir menunjukkan dominasi pasangan Mario Mambu–Franky Umboh dengan 468.00 matchpoint (60.94%).

Mereka selalu memaksimalkan peluang yang ada dan hampir selalu landing di kontrak yang tepat. Pasangan ini berhasil mempersembahkan medali emas untuk kontingen Manado.

Pada posisi kedua, ada pasangan yang sudah lebih dari 20 tahun berpasangan, Waraney Sinolungan- Rony Tanauma (Bitung) dengan 443.00 matchpoint (57.42%).

Sementara medali perunggu menjadi milik Nixon Korengkeng–Dirk Lumanauw (Minahasa Tenggara) dengan 439.00 (57.16%) dan Donald Lolowang–Christofel Mangala (Tomohon) dengan 434.00 matchpoint (56.51%).

Pasangan Putri: Putri Pomantouw–Indah Mamangkey Podium Teratas

Sementara itu di nomor pasangan putri, panggung meja hijau kembali menghadirkan cerita menarik. Pasangan muda Manado, Putri Pomantouw–Indah Mamangkey, tampil berani dan akhirnya mengungguli nama-nama berpengalaman seperti Mareska Angkouw–Shyntia Manueke dari Minahasa.

Shyntia sendiri bukan sosok asing, karena pernah mencatat prestasi sebagai peraih medali emas pasangan putri di PON, sehingga kehadirannya memberi bobot besar pada persaingan kali ini.

Tak kalah menarik, podium juga diwarnai oleh Cynthia Mambu dari Tomohon, adik dari Mario Mambu sang juara emas pasangan putra. Keduanya adalah cucu dari tokoh legendaris bridge Sulut, Maurilius Freddy Manoppo dan Freddy Eddy Manoppo.

Garis keturunan ini menegaskan bahwa tradisi bridge di Sulut bukan hanya soal prestasi individu, melainkan juga warisan keluarga yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Hasil Akhir Pasangan Putri

Setelah memainkan seluruh board, hasil akhir menunjukkan dominasi Manado:

  • Emas: Putri Pomantouw–Indah Mamangkey (Manado) – 149.00 matchpoint (59.13%)
  • Perak: Mareska Angkouw–Shyntia Manueke (Minahasa) – 146.00 (57.94%)
  • Perunggu: Deisy Tumbelaka–Cynthia Mambu (Tomohon) – 137.00 (54.39%), Taliana Malonda–Eilyn Politon (Minahasa) – 130.00 (51.59%)

Dengan dua emas ini, Manado memang sudah memastikan diri sebagai juara umum bridge Porprov Sulut 2025. Namun atmosfer kompetisi belum berakhir, karena kategori beregu putra masih menanti.

Nomor beregu menjadi kategori paling bergengsi, di mana strategi tim, chemistry antara dua pasangan menjadi kunci mengelola skor IMP.

Suasana pertandingan beregu biasanya jauh lebih intens dan mendebarkan. Setiap board bisa menjadi penentu, karena selisih skor kecil dapat berubah menjadi swing besar ketika dibandingkan antar meja.

Tim-tim unggulan seperti Manado, Minahasa, Bitung, dan Minahasa Utara akan bersaing ketat, tetapi kontingen lain juga berpotensi menjadi kuda hitam. Inilah panggung terakhir yang akan menentukan siapa yang mampu menjaga konsistensi hingga akhir Porprov.

Sumber: Gambid.id

Catur Porprov XII Sulut 2025: Women Nasional Master Maria Angkouw tak Berdaya

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *