oleh

Oknum Kelurahan Tagih Pungli, Lurah Akui Surat Palsu

Praktik pungutan liar (pungli) terjadi di Kota Bitung yang pelakunya adalah seorang oknum pegawai Kelurahan Aertembaga 2, berinisial RT.

Pungli yang RT lakukan dengan cara meminta biaya pembuatan surat keterangan tinggal sementara, kepada puluhan siswa di Kota Bitung.

Baca : Vaksinasi Polres Bitung Sasar Keluarga Buruh Bagasi

Setiap siswa yang akan membuat surat tinggal sementara harus membayar biaya sebesar Rp25 ribu, awalnya RT meminta Rp50 ribu.

Pungli tersebut akhirnya terbongkar setelah salah seorang siswa Politeknik Perikanan Bitung, mengaku telah menyetor biaya sebesar Rp25 ribu, Selasa (26/10/2021).

Setelah praktik pungli terbongkar, ternyata hal yang sama juga terjadi kepada puluhan siswa lainnya, korban pungli ini sebanyak 49 orang.

“Awalnya kami dimintai uang pembuatan Surat Keterangan Tinggal Sementara sebesar Rp50 ribu.”

“Tapi setelah kami mohon untuk kurang maka RT menyebut angka Rp25 ribu,” kata salah seorang siswa korban pungli.

Parahnya lagi, surat tanpa logo Pemkot Bitung dan berisi tulisan tangan ini, malah di tandatangani Lurah Aertembaga 2 Norma Manaroinsong.

Sekretaris Kecamatan  Aertembaga, Theo Lumempouw kepada wartawan menyebut semua surat yang keluar secara resmi menggunakan logo Pemkot.

“Seharusnya surat resmi seperti itu harus menggunnakan Logo Bitung dan harus ketik dengan komputer,” kata Theo.

“Dugaan saya surat itu abal-abal, karena kopnya tidak memakai logo Kota Bitung, dan ditulis dengan pena”, ujarnya lagi.

Apalagi menurutnya, Lurah harus peka dan melihat setiap isi surat yang akan ia tandatangani.

“Lurah harus lebih teliti dan jeli sebelum menandatangani surat apapun.”

“Dan setiap pejabat yang bertandatangan harus mencantumkan NIP pejabat tersebut,” lanjutnya.

Terpisah, Lurah Aertembaga 2, Norma Manaroinsong, menggatakan bahwa benar surat tersebut telah dia tandatangani.

“Iya memang benar saya yang tanda tangan, saya juga sudah tidak perhatikan surat tersebut, tapi sudahlah, jangan jadikan masalah”, singkat Norma.

Bahkan dari pengakuan Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Aertembaga 2, Emi Netty Sahempa membenarkan kalau oknum pegawai kelurahan berinisial RT telah meminta sejumlah uang kepada 49 siswa.

Baca Juga:  HPR 2019 Siap Digelar, Ini Jadwal Lengkapnya

“Memang benar RT ada minta uang ke siswa, saya sudah peringatkan tapi katanya itu adalah pemberian secara iklas oleh siswa,” kata Sahempa.

(mir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed