oleh

Eko Yuli Irawan, Menampar Indonesia dengan Kesantunan

Eko Yuli Irawan meraih medali Perak Olimpiade. Sikap mantan penggembala kambing ini memang bak tamparan santun untuk Indonesia.

Kontingen Indonesia menambah koleksi medali dalam Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (25/7/2021).

Lifter Eko Yuli Irawan meraih medali perak di kelas 61 kg putra. Hasil ini menyamai prestasinya di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil tahun 2016.

Medali ini juga merupakan persembahannya untuk kali keempat buat Indonesia, di empat ajang Olimpiade beruntun.

Baca: Eko Yuli Cetak Sejarah tapi Minta Maaf

Perunggu di Olimpade Beijing 2008 dan Olimpade London 2012. Menyusul Perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020. Sebuah sejarah dan rekor yang sangat luar biasa.

Bendera Indonesia, Sang Merah Putih dua hari berturut mengangkasa, di Tokyo International Forum, Tokyo. (Sebelumnya, lifter Windy Cantika Aisah menyumbang medali perunggu di kelas 49 kg putri).

Penampilan Eko Yuli Irawan memang sangat hebat. Total angkatannya 302kg (snatch 137kg dan clean and jerk 165kg).

Tapi harus diakui, lifter asal China Li Fabin yang meraih emas, tampil sangat sangat spektakuler. Total angkatannya 313kg (snatch 141kg dan clean and jerk 172kg).

Usai pengalungan medali, Eko Yuli Irawan menghaturkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya.

Tapi, yang menarik, dia justru meminta maaf karena belum bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Medali emas memang menjadi target pribadi Eko untuk Olimpiade ini. Meski dia sadar, rivalnya Li Fabin punya rekor dunia untuk angkatan snatch dan total.

Hal menarik lain adalah strateginya dalam perlombaan. Ketika tertinggal 4 kg dalam angkatan Snatch, dia memilih mengamankan dulu medali perak dalam angkatan pertama clean and jerk.

Barulah pada angkatan terakhir dia berupaya untuk mengejar ketinggalan total angkatan, meski sudah agak berat.

Permintaan maaf Eko Yuli Irawan langsung mengundang respon sejumlah warganet. Mereka justru berterima kasih sudah mengharumkan nama Indonesia.

Baca Juga:  Dilema Pemerintah, PHK Massal tak Terhindarkan

Apalagi, Indonesia kini sedang jadi perbincangan dunia karena penyebaran Covid 19 dan jumlah kematiannya menjadi tertinggi di dunia.

Belum seminggu, tim Indonesia menghebohkan Piala Dunia Catur di Rusia karena terpaksa mundur. Tiga anggotanya ternyata positif Covid 19 saat bertanding.

Sikap mantan penggembala kambing ini memang bak tamparan santun untuk Indonesia.

Eko Yuli Irawan berangkat ke Tokyo memanggul tanggung jawab berjuang untuk negara, meski persiapannya dalam keterbatasan.

Ketika risiko tersalip lifter lain, dia memilih mengamankan dulu medali perak untuk Indonesia, baru mengejar ambisi pribadinya.

Pun begitu, saat gagal menjadi yang terbaik di podium, dia memilih minta maaf. Padahal hasil usaha dan prestasinya sangat sangat luar biasa.

Seakan menyindir siapapun yang enggan meminta maaf atau mereka yang selalu mengklaim hasil usahanya sudah maksimal.

Tak perlu perdebatan lebih panjang. Mungkin ini momentum seluruh anak bangsa untuk koreksi dan meresapinya.

Terlepas itu, Eko Yuli Irawan sudah memberi kebanggaan Seluruh masyarakat Indonesia. Medali perak, juga kado Ultah ke 32 yang sangat mengesankan.

Terima Kasih, Eko Yuli Irawan, Indonesia bangga.(Bang Kipot)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed