oleh

Empat Emas Greysia Polii, Sebuah Prestasi Sempurna

Satu yang menarik, medali emas Olimpiade ini membuat Greysia Polii mendapat emas paripurna di pesta olahraga.

Ketika pengembalian bola dari Jia Yifan melebar, seketika Apriyani Rahayu langsung berbaring di lapangan. Sementara, Greysia Polii berlari bolak balik sambil mengepalkan kedua tangannya.

Keduanya tak percaya, berhasil meraih medali emas pesta olahraga tertinggi, Olimpiade, mengalahkan unggulan asal China Chen Qingchen – Jia Yifan, 21-19, 21-15.

Pasangan China, masih mengambil langkah terakhir dengan meminta tantangan mata elang. Namun, bola terlihat jelas keluar. Medali Emas untuk pasangan Indonesia.

Lagu Indonesia Raya membahana mengiringi kenaikan Bendera Merah Putih yang lebih tinggi dari bendera China dan Korea Selatan.

Ratusan juta pasang mata di Indonesia bersorak-sorai, berteriak bangga menjadi Indonesia. Ucapan selamat, ekspresi kegembiraan silih berganti berbalas di media sosial.

Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu memang luar biasa.

Kala Minions, Daddies dan terakhir Ginting tumbang, mereka mengambil tanggung jawab besar.

Harus melanjutkan tradisi emas Indonesia sejak Olimpiade Barcelona 1992, minus London 2012.

Ini adalah emas kedelapan Indonesia di Olimpiade. Raihan ganda putri ini, membuat Indonesia sudah lengkap memenangkan semua nomor yang ada.

Satu yang menarik, medali emas Olimpiade ini membuat Greysia Polii mendapat emas paripurna di pesta olahraga yang dia ikuti.

Dia berhasil meraih medali emas PON 2008 ketika berpasangan dengan Nathalia Poluakan saat membela panji Sulawesi Utara.

Tahun 2014, Greysia menambah koleksi emas Asian Games Incheon saat berpartner dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Pada 2019, Greysia yang baru 2 tahun berpasangan dengan Ani, berhasil meraih medali emas SEA Games Filipina.

Teranyar, Greysia menyimpan medali emas pesta olahraga tertinggi dan termegah, Olimpiade Tokyo 2020.

Padahal, Greysia juga sempat terpikir untuk pensiun sebelum bertemu Apriyani.

Beruntung, mendengar semangat dan tekad pasangan barunya, Greysia kembali bersemangat.

Memang, chemistry keduanya sangat terlihat di partai final. Greysia tampil sebagai leader dengan arahan. Sementara, Apriyani lebih ke tukang gebuk dengan tenaga mudanya.

Baca Juga:  Komunitas Gojek Peduli Korban Kebakaran

Kini biarkan Greysia dan Apriyani merayakan momen terbaik dalam hidupnya. Pulang ke tanah air, menikmati segala puja puji plus bermandikan bonus.

Keduanya lebih dari pantas untuk mendapat itu.

Lelah dan pengorbanan keduanya selama ini lunas terbayar. Medali emas olimpiade, mencatatkan diri sebagai legenda dalam sejarah olahraga dunia.

Selamat datang, Juara… (BangKipot).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed