oleh

Klappertaart, Kue Kelapa Manado yang Mendunia

-Manadopedia-3.436 kali dibaca

Indonesia terkenal dengan keberagaman kulinernya yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara destinasi wisata kuliner terbaik.

Kuliner Nusantara istilah yang biasa kita sebut untuk menyatukan keaneka ragaman kuliner di bumi nusantara ini, dapat kita jumpai di berbagai sudut negeri yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Macam sajian kuliner ini, mulai dari makanan pokok (utama), makanan pendukung berupa lauk pauk, dan  makanan penutup, sampai dengan makanan-makanan selingan atau biasa disebut cemilan.

Manado sebagai salah satu kota di Indonesia, ikut andil dalam menyumbang beberapa aneka makanan untuk kekayaan kuliner nusantara.

Baca: Kue Kering Oleh-oleh Khas Manado

Salah satunya adalah sejenis makanan penutup (hidangan dessert) yang bisa jadi cemilan di saat santai, yang cita rasanya tak kalah dengan hidangan dessert yang ada di restoran-restoran ternama.

Dessert ini bernama Klappertaart, berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, gula, mentega dan telur.

Klappertaart berasal dari kata klapa dan taart, penamaan ini mendapat pengaruh oleh bahasa Belanda yang artinya adalah kue kelapa.

Nama ini tak lepas dari sejarah panjang pendudukan kolonial Belanda di bumi nusantara dan khususnya bumi nyiur melambai, dan sedikit banyak ikut mempengaruhi berbagai aspek termasuk dalam hal makanan.

Manado yang sejak dulu terkenal dengan hasil buminya berupa kelapa, melahirkan ide pembuatan resep makanan bergaya Eropa (tart/taart) tetapi berbahan dasar kelapa.

Alhasil lahirlah klappertaart, sejenis dessert yang kaya kalori, dan awalnya hanya ada di Kota Manado.

Klappertaart sendiri memiliki dua cara dalam pengolahannya, yaitu lewat panggang dan kukus.

Pengolahan dengan cara panggang akan menghasilkan tekstur kue berbentuk padat, seperti kue tart pada umumnya.

Adapun pengolahan dengan cara kukus, menghasilkan tekstur yang begitu lembut seperti custard, yang saat masuk ke mulut akan terasa meleleh dalam mulut.

Klappertaart biasa tersaji dan akan terasa nikmat dalam keadaan dingin. Sebagai saran, jangan menaruh kue ini terlalu lama di suhu ruangan. (Baca halaman berikutnya)

Baca Juga:  Arie Lasut, Ahli Geologi Rebutan Jepang dan Belanda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

News Feed