Tiga produsen merek baru mobil listrik China resmi masuk pasar otomotif tanah air. Ketiga mobil ini menawarkan fasilitas canggih dan ramah lingkungan.
Ketiga mobil listrik buatan negeri tirai bambu ini adalah Zeekr, Aletra dan Maxus. Ketiganya resmi hadir dalam pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) di Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (22/11/2024).
Mobil listrik keluaran baru ini sudah mendukung ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Menjalin kemitraan dengan distributor lokal PT Premium Auto Prima, Zeekr meluncurkan dua model perdananya yang merupakan segmen kendaraan listrik mewah.
Mobil Zeekr X, merupakan model SUV premium yang harganya berkisar Rp1,1-1,3 miliar. Memiliki kemampuan jarak tempuh 440 kilometer untuk sekali pengisian daya penuh.
Kemudian mobil Zeekr 009, merupakan tipe MPV mewah dengan harga kisaran Rp2,25-2,7 miliar. Mobil ini meliliki jarak tempuh 582 km untuk sekali pengisian daya penuh.
Merek Mobil Listrik China lain adalah yakni Aletra, produk ini masih terafiliasi dengan Geely Group.
Model pertama yang mereka perkenalkan adalah Aletra L8. Mobil ini menggunakan basis serupa dengan Geely Jiaji dan Livan Mapple 80V, tetapi sedikit penyesuaian khusus untuk pasar indonesia.
Aletra L8 mengeluarkan promo perdana untuk 200 pemesan pertama mendapat harga murah yakni Rp415 juta hingga Rp448 juta.
Mobil Aletra L8 punya kapasitas tujuh penumpang dan kemampuan jarak tempuh hingga 415-540 km untuk sekali pengisian daya penuh.
Kemudian ada merek Maxus, merek mobil listrik ini masih terafiliasi dengan SAIC Motor.
Menjalin kerjasama dengan distributor lokal Indomobil Group, Maxus mengeluarkan dua model MPV listrik, yakni Mifa 7 dan Mifa 9.
Mifa 7 memiliki daya tempuh 480 km untuk sekali pengisian daya penuh, dengan harga jual Rp788 juta.
Sementara Mifa 9 dijual lebih mahal dengan harga Rp1,09 miliar dengan kemampuan tempuh 435 km untuk sekali pengisian daya penuh.
KPK Telusur Sejumlah Proyek Mangkrak di NTB
Kerjasama dengan distributor lokal Aletra dan Maxus memiliki rencana untuk segera memproduksi mobil listrik mereka secara lokal. (eva)
