Akal Sehat Vs Fanatik, Prabowo di Persimpangan

F. G. Tangkudung
5 Feb 2024 01:38
Opini 0 68
3 menit membaca

Penampilan ketiga capres 2024, Minggu (4/2/2024) menandai berakhirnya rangkaian lima debat KPU. Debat kali ini tak ada serangan frontal. Ketiganya tampil cukup berhati-hati. Terhitung Anies dan Ganjar hanya menyerang sesekali. Pada satu kesempatan, Anies dan Ganjar saling passing melempar pernyataan sindiran, sementara Prabowo cuma bisa menjadi pendengar.

Inti debat terakhir tentu saja pada pernyataan penutup selama empat menit. Ketiga calon presiden mencoba menarik simpati pemilih dengan diksi dan gayanya masing-masing.

Menarik untuk mencoba mengulas penampilan Bowo kali ini. Tampil tanpa emosi menggebu seperti dua debat capres sebelumnya, Prabowo menuai simpati ketika melayangkan permintaan maaf kepada Anies dan Ganjar pada sesi penutup.

Dalam sesi pertanyaan, Bowo juga hanya meminta tanggapan kedua pesaingnya seoal programnya. Berulangkali dia setuju dengan Anies Ganjar. Pun begitu, dia memuji kedua kompetitornya sama-sama mencintai Indonesia.

Satu hal yang bisa menjadi kesimpulan, jelas terlihat ketulusan dari Prabowo. Ini adalah karakter aslinya sejak tampil ke pentas politik hingga dua kali nyapres.

Ketika Anies dan Ganjar membahas soal Bansos, Prabowo mendengar dan paham sepenuhnya. Dia tahu upaya Joko memenangkannya adalah cara curang. Tak sesuai dengan hati nuraninya.

Belum lagi, pra debat tercatat sudah belasan kampus yang menyatakan sikapnya menolak aksi Joko yang merusak tatanan demokrasi Indonesia.

Dalam beberapa hari ke depan, sudah pasti akan makin banyak pernyataan dari elemen akademisi terutama para guru besar di sejumlah universitas/ institut di seluruh Indonesia.

Inilah yang akan terus menghantui nurani Prabowo. Membawanya ke posisi dilema, tetap menjadi pribadi yang sportif atau mengikuti Joko, menang dengan cara curang.

Pernyataan istana yang menyebut aksi akademisi dari sejumlah kampus sebagai bentuk perwujudan partisan, tentu semakin melukai rakyat, termasuk nurani Bowo.

Sulit mencerna secara logika jawaban istana seperti itu. Apalagi penolakan terhadap sikap Joko sudah melibatkan banyak tokoh agama, tokoh masyarakat dan akademisi. Publik maklum dan mafhum itu adalah tanda kepanikan.

Sayangnya, sebagian rakyat Indonesia tak bisa melihat itu secara jernih. Mereka tetap fanatik dan menyebut Joko tidak bersalah. Pun, pencalonan Gibran lewat pelanggaran etik berat di MK bukan nepotisme.

Mungkin ini ada hubungannya dengan rata-rata pendidikan penduduk Indonesia yang hanya sampai kelas 2 SMP serta tingkat IQ yang cuma 78.

Dalam sepuluh hari ke depan, rakyat Indonesia akan menjatuhkan pilihannya. Dari hasil survei sejumlah lembaga, Prabowo tampaknya akan melenggang mulus ke putaran selanjutnya. Bisa jadi juga satu putaran jika ada kecurangan TSM.

Yang menjadi kekhawatiran, jumlah masyarakat Indonesia yang melek politik ini juga lumayan besar. Sudah pasti akan ada perlawanan. Mereka tak ikhlas, demokrasi yang terbangun dengan darah dan air mata sejak 1998 harus rusak karena ulah satu keluarga.

Berbaurnya sejumlah elemen mulai dari mahasiswa, rakyat kecil, buruh, akademisi, tokoh agama dan lainnya sudah jelas akan membuat rakyat Indonesia terkotak.

Bukan lagi soal 1, 2 atau 3 tapi antara yang punya akal sehat dan mereka dibutakan rasa fanatik. Bagaimana jika terjadi bentrok antar dua kelompok atau dengan aparat keamanan sampai ada korban jiwa?

Sampai di titik ini, bagaimana perasaan Prabowo?

Sudah pasti dia mulai akan menyesali keputusannya. Andai saja dia tidak berpasangan dengan Gibran, semua tidak akan seperti ini.

Cepat atau Lambat, Owo dan Owi akan Berselisih

Semua itu berawal dari trauma kekalahan dan rasa tidak percayaan diri. Mungkin di benak Bowo, jika tak mengambil Gibran pasti Joko akan tetap mendukung PDIP.

“Gue kalah lagi, rugi dong. Yang bener aje, …”

Satu hal juga, ada konsistensi Prabowo dalam tiga pencapresannya yaitu menempatkan para penasihat yang buruk hingga membuatnya delusi. (fgt)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *