oleh

Sejarah Saham, Pasar Modal dan Laju Teknologi

“Never depend on single income. Make investment to create a second source,” -Warren Buffett

 

Warren Buffet adalah investor paling sukses dan terkenal di dunia. Kini dia memiliki kekayaan bersih lebih dari USD95 miliar per Oktober 2022. Dengan Investasi saham di pasar modal, mengantarkan Buffet di jajaran Top10 orang terkaya dunia.

Banyak yang ingin meniru langkahnya untuk sukses lewat Invesatasi Saham. Terlebih, dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, kini banyak kemudahan untuk berinvestasi saham.

Mari kita selami lebih dalam tentang saham dan korelasinya dengan teknologi.

Sejarah 

Perdagangan saham modern mulai ada tahun 1611 di Amsterdam, Belanda saat Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menjual sahamnya ke public (Go Public).

Akhir abad 17, lahirlah perjanjian Buttonwood (Buttonwood Tree Agreement) yang melibatkan 24 pialang di Wall Street, New York, Amerika Serikat. Tempat cikal bakal New York Stock Exchange (NYSE).

Saham, Laju Teknologi, dan SFAST

Di Indonesia, Pasar Modal sudah ada tahun 1912 yang kelak menjadi Pasar Modal Indonesia/ Bursa Efek Jakarta. Tahun 2007, menjadi sejarah Indonesia ketika Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham dan Pasar Modal

Saham merupakan salah satu instrumen investasi, merupakan bukti penyertaan modal atau kepemilikan sebuah perusahaan. Ini akan menjadi sumber pendanaan usaha bagi suatu perusahaan yang listing di bursa saham. Ada potensi keuntungan ganda bagi investor.

Sederhananya, pemilik saham akan mendapat keuntungan jika harga saham naik/ lebih tinggi dari harga saat pembelian. Bukan hanya itu, Investor akan menerima pembagian keuntungan/ dividen dari perusahaan. Membeli saham perusahaan memang memiliki risiko lebih tinggi ketimbang investasi lain seperti obligasi, deposito atau emas.

Namun, investasi saham bisa memberikan keuntungan lebih tinggi dari semua instrumen itu lewat dividen maupun kenaikan harga saham. Banyak faktor yang mempengaruhi harga saham, contohnya kinerja perusahaan dan psikologi pasar.

Investor bisa mendapatkan saham perusahaan tertentu dengan cara membelinya di pasar modal.

Pasar Modal adalah sarana pendanaan untuk kumpulan perusahaan atau institusi (termasuk pemerintah). Dalam pasar modal, Investor bisa memilih perusahaan untuk melakukan investasi.

Selain Ekuiti (Saham), ada beberapa instrument lain yang bisa investor pilih di pasar saham seperti, surat utang (obligasi), reksadana, dan instrumen derivatif lainnya.

Reksadana

Reksa dana adalah wadah pengelolaan dana bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen investasi yang tersedia di pasar modal.

Manajer Investasi akan mengelola dana untuk investasi ke portofolio investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Baca Juga:  Jokowi Pesan Avigan dan Klorokuin untuk Corona, Apa Itu?

Ada beberapa sektor perusahaan di Pasar Saham seperti Industri, Properti, Pertambangan, Konstruksi, Infrastruktur, Transportasi, Keuangan dan Perdagangan.

Harga dan Jenis Saham di BEI

Pasar Saham di Indonesia adalah Bursa Saham Indonesia (BEI). Harga satu lembar saham di BEI, bervariasi tergantung perusahaan. Mulai Rp50 (Papan Utama dan Pengembangan) hingga puluhan ribu. Bahkan ada saham di papan Akselerasi yang harganya di bawah Rp50.

Namun, dalam aturan BEI, pembelian saham harus dalam unit lot. 1 lot adalah 100 lembar saham.

Jenis saham terbagi dua, yakni saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).

Keuntungan Saham preferen adalah pemegangnya mendapatkan prioritas dalam pembagian dividen perusahaan. Juga, prioritas pengembalian modal ketika pembagian saat likuidasi.

Bagaimana Cara Membeli Saham?

Investor bisa membeli saham lewat perusahaan sekuritas. Perusahaan ini akan memfasilitasi investor untuk jual/ beli saham (broker).

Investor harus membuat Rekening Dana Investor (RDI). Persyaratan dokumennya seperti KTP dan NPWP.

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang sudah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bursa Saham Terbesar Dunia

Daftar bursa saham terbesar dunia

  1. New York Stock Exchange (NYSE)
  2. Nasdaq Stock Market (NASDAQ)
  3. Shanghai Stock Exchange (SSE)
  4. Euronext N.V
  5. Japan Exchange Group (JPX)

Indonesia Stock Exchange (BEI) berada di urutan 27 bursa saham terbesar di dunia, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai USD 578,63 miliar per Februari 2022.

Laju Teknologi Mengubah Banyak Hal

Big Data dan Artificial intelligence

Big Data dan Artificial intelligence adalah dua teknologi paling berpengaruh di era sekarang, termasuk bidang perbankan, keuangan dan Pasar Saham.

Mulai data terstruktur, tidak terstruktur hingga data semi terstruktur soal portofolio investasi. Ada juga Layanan online, penilaian risiko dan deteksi penipuan. Tentunya yang paling mengesankan adalah analisa prediktif dan pengalaman personalisasi.

Saham, Laju Teknologi, dan SFAST

Kemajuan teknologi pada akhirnya membawa banyak perubahan di bidang keuangan, perbankan dan pasar modal.

Transformasi 

Banyak keuntungan Investor di era teknologi sekarang. Mulai dari Kenyamanan, Kecepatan, Keamanan, serta Pengalaman. Kini investor bisa aktif dan langsung menjadi eksekutor, tak lagi pasif menerima laporan dan nasihat dari pihak broker.

Kemampuan SwaRiset

Kini dengan fasilitas internet, investor bisa mengetahui informasi terbaru soal nilai saham, laporan pendapatan perusahaan, berita terkait, analisa hingga tutorial.

Eksekusi Instan

Investor bisa mengetahui harga dan detail lainnya secara live dan memungkinkan perdagangan elektronik terjadi dalam hitungan detik.

Frekuensi Tinggi

Kini Investor bisa melakukan perdagangan frekuensi tinggi, dengan melakukan jual/ beli dan berganti saham beberapa perusahaan dalam sehari.

Kesimpulan 

Menyimpan aset sudah menjadi keharusan untuk masa depan yang lebih baik. Banyak instrumen yang bisa menjadi pilihan seperti tabungan bank, deposito dan emas.

Namun, pola pikir masyarakat mulai bergeser. Investment is better than saving. Pola pikir yang menjadi ciri orang cerdas finansial. Selain menuju kebebasan finansial, investasi bisa melindungi aset dari inflasi.

Baca juga: Aplikasi Crypto Terbaik Indonesia

Tentunya, pilihan terbaiknya adalah Investasi Saham dan Reksadana di pasar modal. Potensi Capital Gain dan Dividen Saham di masa mendatang, jelas sangat menjanjikan.  (fgt)