oleh

Ini Hak Jawab SPBU Soekarno Terkait Penjualan Pakai Galon

-Berita-571 kali dibaca

Penanggungjawab SPBU jalan Soekarno, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Marwin Kusoy mewakili manajemen, memberikan Hak Jawab sekaligus meluruskan beberapa poin dari isi berita sebelumnya.

Pemberitaan investigasi Newsantara.id berjudul  Astaga, SPBU Milik Gubernur Jual Premium Lewat Galon, cukup mendapat atensi luas masyarakat.

Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Soekarno, Minahasa Utara, Sulawesi Utara memberikan respon atas pemuatan berita tersebut.

Penanggungjawab SPBU, Marwin Kusoy mewakili manajemen SPBU Soekarno, memberikan Hak Jawab sekaligus meluruskan beberapa poin dari isi berita sebelumnya.

Baca: Astaga, SPBU Milik Gubernur Jual Premium Lewat Galon

Pertama, soal tudingan penjualan memakai jeriken/ galon, Marwin mengakui hal itu terjadi, namun itu sudah mendapat izin dari dinas terkait.

“Mereka adalah para nelayan yang akan menggunakan premium RON 88. Mereka sudah terdaftar dan mendapat izin dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.

Kedua, sejumlah jeriken yang tepergok Newsantara.id, termasuk yang berada di mobil bak terbuka, hal itu tidak dilakukan sembunyi-sembunyi.

“Sesuai penjelasan di atas, semua sudah memiliki izin. Hal ini juga diketahui pihak SPM. Jadi tidak benar kami melakukan sembunyi-sembunyi,” tambah dia.

Ketiga, soal penjualan lewat jeriken plastik yang tidak sesuai regulasi, Kusoy coba menjelaskan detail.

Menurutnya, selama ini pihaknya memahami para nelayan yang kesulitan menemukan galon stainless steel, sesuai aturan.

Meski begitu, Dia meyakinkan, pihaknya selalu mengedepankan aspek keamanan, dalam pengisian bahan bakar.

Selanjutnya, soal pemilik SPBU, yang tertulis dalam berita, kuat dugaan milik Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Kusoy tegas membantahnya.

Dia menerangkan, selama ini informasi keliru yang beredar di masyarakat. Kata Kusoy, SPBU itu bukan milik Olly Dondokambey.

“Pemilik SPBU, adalah ibu Netty Keles. Jadi SPBU bukan milik gubernur, sesuai yang tertulis dalam berita,” ralatnya.

Dia juga sempat menyesalkan tim Newsantara yang tidak meminta konfirmasi tentang pemberitaan ini.

Kusoy berharap pihak Newsantara.id bisa mengoreksi dan meluruskan terkait pemberitaan tersebut.

Baca Juga:  Kunjungi Pasar Bersehati, Lumentut Bagi-bagi Masker

PEMIMPIN Redaksi Newsantara.id, Jelly Wensy Siwy merespon penggunaan Hak Jawab dari SPBU Soekarno, Minut.

Dia mengaku salut kepada manajemen SPBU yang paham prosedur Hak Jawab, dalam merespon isi berita.

Siwy menjelaskan, pemberitaan tersebut masuk dalam kategori Jurnalisme Investigasi ringan.

“Dalam jurnalisme investigasi ada namanya undercover, penyamaran dalam reportase, observasi dan verifikasi. Meski begitu, keterangan hasil penelusuran tidak menjadi kutipan dalam berita,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam media online, konfirmasi utuh pihak SPBU rencananya akan termuat dalam berita susulan.

“Jadi nantinya akan ada konfirmasi resmi bukan lagi penyamaran. Pihak Newsantara.id, akan memperkenalkan diri, meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada narasumber. Ini nantinya yang jadi kutipan dalam berita selanjutnya,” katanya.

Dia meminta publik, paham dengan kerja jurnalistik. Menurutnya, Newsantara.id selalu memposisikan diri sebagai ‘Anjing penjaga’ (Watchdog) terlebih membela kepentingan publik.

“Wartawan Newsantara.id menjunjung kode etik jurnalistik dan pedoman media siber serta bukan penyebar hoax. Juga memiliki badan hukum. Berita dengan risiko tinggi selalu melalui penyuntingan berulang,” tutupnya. (fgt).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed