Tuntaskan Prahara, JAK Kembali Pegang Jabatan

Setelah sebelumnya sempat nonaktif sebagai ketua Harian Partai Golkar Sulut, James Arthur Kojongian (JAK) kembali pegang jabatan tersebut.

Hal ini tersampaikan dalam rapat  Pleno DPD Partai Golkar Sulut, di Kantor DPD PG Sulut, Selasa (16/3/2021).

Pengaktifan JAK disampaikan langsung Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang adalah Kakak Ipar dari  JAK.

Baca: JAK-Mika Tampil Mesra, CEP: Dia Sudah Bertobat

Kepercayaan kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut tersebut, untuk kembali memegang jabatan Pelaksana Harian Ketua PG Sulut karena desakan dari pengurus DPD PG Sulut.

Pertimbangan kuat sehingga JAK kembali memegang jabatan tersebut, karena ada penilaian mampu menyelesaikan prahara rumah tangganya dengan baik dan bijaksana.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sulawesi Utara, Meikel Stif Maringka kepada media membenarkan JAK kembali pegang jabatan tersebut.

“Benar JAK kembali sebagai Ketua harian Partai Golkar, ini untuk menjaga marwah dan wibawa partai,” tegasnya.  

Sebelumnya, JAK sudah tidak lagi memegang jabatan sebagai Pelaksana Ketua Harian PG Sulut yang tersampaikan pada Rabu, 27 Januari 2021 lalu.

“Dengan arif dan bijaksana mengambil sikap menonaktifkan kader Partai Golkar berinisial J dari jabatannya sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulut,” ungkap Feryando Lamaluta waktu itu.

Seperti terinformasi sebelumnya, terkait dengan masalah yang menimpa JAK,  Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut sudah merekomendasikan Sanksi.

Sanksi tersebut adalah merekomendasikan pemberhentian JAK sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut, dan juga sebagai sebagai Anggota Dewan.

Namun untuk pemberhentian sebagai Anggota Legislatif, kewenangannya kepada Partai Politik dalam hal ini Partai Golkar.

Rekomendasi Badan Kehormatan (BK) itu tersampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sulut pada, Selasa (16/2/2021) lalu.

BK menilai, bahwa JAK telah mencoreng marwah lembaga DPRD dan melanggar sumpah dan janji sebagai pimpinan maupun anggota DPRD.

Sementara terkait dengan rekomendasi tersebut, Pimpinan DPRD Sulut sudah menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Sulut.

Baca Juga:  Tamansari Lagoon jadi Icon Baru Manado

Pemberhentian JAK waktu itu, terkait dengan dugaan kasus video perselingkuhan yang sempat viral di media sosial.

Dalam Video yang beredar luas di media sosial, kuat dugaan melibatkan JAK, Istrinya Micheela Paruntu dan Angel Sepang yang ada dugaan merupakan teman perempuannya.

Baca: Aliran Hakekok, Pengikut Kaya Raya dan Telanjang Bersama

Video yang sempat viral tersebut terjadi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada pertengahan Januari 2021 lalu. (jws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar