oleh

Aliran Hakekok, Pengikut Kaya Raya dan Telanjang Bersama

-Berita-11.813 kali dibaca

Terungkap, Aliran Hakekok menjanjikan pengikut akan menjadi kaya raya. Belakangan mereka sadar tak tercapai, lalu bersuci dengan telanjang dan mandi bersama.

Sebuah video kembali menghebohkan masyarakat. Tampak 16 belas warga telanjang dan mandi bersama di penampungan air area kebun sawit. Ada delapan laki-laki dan lima perempuan dewasa. Juga, dua anak wanita dan seorang bocah lelaki.

Lahan ini, milik PT Globalindo Agro Lestari (GAL). Lokasi ini juga lumayan jauh dari permukiman dan tak memiliki akses jalan mobil.

Kejadian itu, terjadi di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, mandi telanjang bersama.

Baca: Kaya Mendadak, warga Tuban Beli Mobil Ramai-ramai

Terungkap, Aliran Hakekok menjanjikan pengikut akan menjadi kaya raya. Belakangan mereka sadar iming-iming itu tak terwujud, lalu bersuci dengan telanjang dan mandi bersama.

Polisi sudah mengamankan semua pengikut ajaran tersebut untuk meminta keterangan sekaligus mencegah kemarahan massa.

Aryani (52), warga asal Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggung, Pandeglang, mengakui sebagai pimpinan ajaran Hakekok Balakasuta dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Arya melanjutkan, kepemimpinan ayahnya, (alm) Supri. Dari informasi, ayahnya  belajar langsung ajaran tersebut Abah Edy, warga Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Bogor.

Ketua MUI Pandeglang, Tubagus Hamdi Maani kepada media menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan pengikut ajaran tersebut.

Dia menjelaskan, secara kasat mata bisa memastikan aliran tersebut menyimpang. Namun, secara kelembagaan, MUI Pandeglang akan menetapkan status aliran sesat usai rapat bersama Senin, (15/3/2021).

Dari penjelasan pemimpin aliran tersebut, Hamdi Maani menyebut aksi mandi tersebut adalah cara mereka bersuci untuk melepas dosa dan kesalahan.

“Awalnya mereka mendapat iming-iming, jika masuk aliran ini akan kaya. Namun, setelah sekian lama justru tak terwujud. Mereka lalu rajaban kemarin untuk menyucikan diri dan bubar dari aliran ini,” jelas dia.

Rajaban adalah tradisi warga untuk menyambut Isra Miraj. Dalam kegiatan rajaban, masyarakat melakukan beberapa kegiatan.

Baca Juga:  Dalam Sehari, Bengkel Toyota Tendean Servis 45 Unit

Tubagus Hamdi Maani menjelaskan, semua pengikut kini berada di rumah singgah dinas sosial, dan mengaku akan tobat nasuha.

Tobat Nasuha adalah tobat menyesal atas dosa masa lalu dan berjanji tidak akan mengulanginya.

“Mereka sudah mengaku salah dan juga ingin mendapat bimbingan mendalami agama Islam yang benar,” katanya.

Sebelumnya, polisi mengamankan sejumlah pengikut Hakekok. Dari penggeledehan di rumah Aryani, polisi menemukan sejumlah barang.

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi membenarkan penemuan buku kitab, jimat, keris dan alat kontrasepsi.

“Mereka jelas mengikuti ajaran yang menyimpang. Untuk status aliran sesat, itu menjadi ranah MUI,” katanya, Sabtu (13/3/2021).

Sementara itu, Ketua PB Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas juga menegaskan ajaran tersebut jelas salah. Menurutnya, tidak ada agama apa pun di Indonesia yang punya ritual mandi bareng.

“Tidak ada agama yang mengajarkan laki dan perempuan apalagi bukan muhrim,  mandi bersama untuk membersihkan diri dari dosa,” katanya.

Dia meminta, pemuka agama untuk menguatkan pemahaman di masyarakat soal tindakan termasuk aliran yang menyimpang.

Sekadar informasi, Aliran Hakekok sudah ada sejak tahun 2015 lalu di Desa Karangbolong. Mereka mendapat iming-iming akan mendapat kekayaan atau hidup lebih baik jika masuk aliran ini.

Jika masuk, pengikut baru akan membaca kalimat kesaksian Ama Sepuh. Mereka juga melakukan ritual-ritual khusus. Setiap pertemuan ada kidung menggunakan bahasa daerah.

Belasan pengikut Hakekok ini memiliki pendidikan maksimal SD. Tingkat ekonomi mereka juga rata-rata berada di garis kemiskinan. (riz).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed