oleh

Beramai-ramai Menghujat Angel

-Editorial-3.295 kali dibaca

Sebuah video dari Sulawesi Utara viral di media sosial. Dalam rekaman beberapa menit, terlihat seorang wanita mengadang sebuah mobil. Mika namanya.

Belakangan terungkap, Mika adalah istri dari laki-laki yang berada di dalam mobil. Ternyata, waktu tepergok, ada seorang gadis bersama dengan sang pria.

Baca: Thalia oh Thalia…

Jabatan dan latar belakang politik pasangan suami istri tersebut, membuat video itu langsung menyebar dalam hitungan detik.

Tak hitung tiga, video tersebut viral di media sosial dan media mainstream. Seketika video itu menjadi headline berita seantero nusantara, dengan judul clickbait.

Ada yang memaki sang pria, James. Banyak juga yang menghujat wanita itu, Angel namanya.  

Manusiawi memang. Sudah menjadi sifat dasar manusia, menghakimi membabi buta orang yang salah, seolah diri tak pernah khilaf.

Mari objektif melihat hal ini…

Pertama, persoalan itu adalah urusan privat dan intern James dan istrinya.

Tak ada yang tahu, sejauh mana keharmonisan keduanya dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Banyak faktor yang melandasi kejadian ini bisa terjadi. Tak perlu mereka-reka, hanya pasangan itu yang bisa menjawabnya.

Kabar orang ketiga, sebenarnya sudah terdengar jauh sebelum Pilkada. Namun, waktu itu publik beranggapan itu hanya fitnah berbau politis.

Kedua, aib pasangan ini terbongkar, ketika mereka dengan sadar dan sengaja mempertontonkan kegaduhan di ruang publik.

Dengan latar pendidikan dan nama baik keduanya, James dan Mika jelas tahu konsekwensi ini bakal terjadi.

Tak berlebihan jika ada sanksi yang jatuh. Kejadian itu secara langsung menyeret sekaligus mendegradasi nama baik partai (Golkar) dan lembaga (DPRD).

Ketiga, wanita yang bersama sang pria ternyata baru berusia belasan tahun. Masih labil dan inkonsisten, secara mental, pola pikir dan tindakannya.

Angel bukan malaikat sungguhan. Bagi wanita seumurannya, godaan pria seperti itu terlalu kuat. Gagah, berduit, dan punya jabatan.

Melihat kerangka kejadian, jelas ketiganya punya andil yang sama atas imbas dan konsekwensi yang bakal terjadi.

Baca Juga:  Boroma - Gumalangit Kalah, PDIP Gagal Sapu Bersih

Perselingkuhan sudah jelas sesuatu yang salah. Banyak pihak yang akan terluka. Terlebih dengan jabatan melibatkan konstituen.

Namun di sisi lain, bagi kelompok pemuja romantisme, ada ungkapan cinta itu buta. Tak mengenal usia dan latar belakang.

Hujatan dan makian, bagi sebagian orang mungkin terasa sangat wajar.

Tapi cobalah berempati, sanksi sosial itu begitu kejam dan berimplikasi luas. Banyak pihak terkait akan kena getahnya.

Cukuplah hujatan kepada mereka. James dan Angel sudah minta maaf, mengaku khilaf dan salah, nekat menjalin cinta terlarang.

Dalam kasus ini, keduanya hanya sial, mungkin terlalu polos mengarah bodoh.  

Masih banyak hubungan gelap bahkan pekat, tak terekspos publik. Pelakunya para pejabat atau orang yang punya nama baik.

Itu sudah jadi rahasia umum.  

Maafkan dan tutuplah aib mereka. Manusia itu tempatnya salah dan khilaf.

Doakan yang terbaik untuk mereka.

Terakhir, yakinlah bad day pasti berlalu. Ada maksud semua ini terjadi, karena izin-Nya. (redaksi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed