Wanua Wawali, Ibukota yang Berusia 212 Tahun

Wanua Wawali, Ibukota yang Berusia 212 Tahun
Warga melakukan siarah ke Kubur Tua Wanua Wawali, Sabtu (9/1/2021). (foto.ist)

Hari ini 9 Januari 2021, Desa/ Wanua Wawali, Kecamatan Ratahan, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara genap berusia 212 tahun.

Usia yang sangat tua bagi Desa yang terletak di ujung bawah Kota Ratahan, dan kini menjadi pusat pemerintahan di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Baca: Wanua Wawali, Ibukota Pemerintahan yang Berusia 212 Tahun

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada yang istimewa pada perayaan ulang tahun kali ini, karena situasi Pandemi Covid19.

Walau tak meriah, warga tetap menggelar HUT ke 212 dengan jalan sehat, serta ziarah tabur bunga di Makam Kubur Tua Wanua.

Kegiatan berakhir dengan mengunjungi Pasak Wanua ini di Lingkungan I Kelurahan Wawali Pasan. Ibadah syukur berpusat di Gereja Imanual Wawali.

Lurah Wawali, Maxi Komalig mengatakan sebagai warga Wanua Wawali generasi sekarang sudah seharusnya melestarikan budaya yang ada.

Apalagi menurutnya, budaya peninggalan nenek moyang yang harus menjadi landasan pemersatu bagi setiap generasi kedepan.

“Tetap melestarikan budaya peninggalan sebagai landasan pemersatu sebagai Wanua ini untuk lebih maju dan sejahtera,” katanya saat kegiatan ziarah.

Lurah berharap, perkembangan pesat di Wawali, juga bisa beriringan dengan perilaku untuk tetap melestarikan budaya Wanua ini.

Sekadar informasi, awalnya HUT Wanua ini terhitung sejak kira-kira tahun 1809, dan untuk tanggalnya sesuai dengan penanaman kebun baru.

Sesuai tradisi masyarakat jaman dulu, penanaman kebun baru pada Bulan Januari, maka peringatan HUT Wanua Wawali pada tanggal 9 Januari.

Negeri Wawali akhirnya resmi memiliki hukum tua pertama, sesuai penetapan pemerintah Belanda pada tahun 1843 yakni Selvanus Langi.

Hukum tua pertama Selvanus Langi memiliki waktu yang cukup panjang, yakni dari tahun 1843 sampai 1883.

Hingga Tahun 2012, Kelurahan Wawali telah memiliki pemimpin sebanyak 18 kali, yakni 13 Hukum Tua, 1 Pejabat Lurah serta 4 Lurah.

Pada Pemerintahan Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung, Kelurahan ini mekar menjadi dua yaitu Kelurahan Wawali dan Kelurahan Wawali Pasan.

Kini dua kelurahan berada di bawah pimpinan oleh Maxi Komalig (Lurah Wawali) dan Frida Alow (Lurah Wawali Pasan), keduanya menjabat pada 2019 hingga sekarang.

(*/oka)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *