Ngeri, Deasy Dimakan Buaya yang Dipelihara Sejak Kecil

Ngeri, Deasy Dimakan Buaya yang Dipelihara Sejak Kecil
Buaya yang memangsa manusia.

Deasy Tuwo (44) tewas menjadi santapan buaya peliharaan perusahaan tempatnya bekerja, Jumat (11/1/2019). Deasy Tuwo menjabat Kepala Laboratorium CV Yosiki, perusahaan pembibitan mutiara di Desa Ranowangko-Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minasaha, Sulawesi Utara.

Baca: Aneh, Pria ini Keluarkan 20 Butir Telur dari Dubur

Perusahaan Yosiki yang telah lama berdiri, adalah tempat penangkaran hewan peliharaan termasuk buaya, ikan arwana dan pembibitan mutiara.

Deasy Tuwo (44) asal Desa Suluun telah 18 tahun bekerja di perusahaan penangkaran tersebut.

Kronologis kejadian ini masih dalam proses pengembangan oleh Polres Kota Tomohon.

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Sirait menyebut, pihaknya masih mencari tahu kronologis terjadinya peristiwa yang menghebohkan itu.

“Kami masih dalami. Saat ini kita masih mencari pemilik usaha yaitu pengusaha asal Jepang Mr Ochiai, yang keberadaannya belum jelas,” kata Sirait kepada media.

Jasad korban pertama kali terlihat oleh warga jaga VII, Desa Ranowangko Erling Rumengan (37), yang saat itu sedang mencari keberadaan korban untuk keperluan masuk ke area perusahaan.

Ketika berada didalam area perusahaan tersebut, Erling tidak melihat ada seorang pun dalam area tersebut. Namun ketika melintasi tempat penangkaran buaya, Erling melihat ada sesuatu yang terapung di atas air, yang menyerupai sosok manusia.

“Karena penasaran saya bersama teman saya mendekat dan mencari tahu, ternyata yang kami lihat adalah tubuh Deasy. Karena takut kami lantas melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Usai mendapat laporan, polisi langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mendengar kejadian nahas tersebut, ratusan warga berdatangan ke lokasi penangkaran milik warga Jepang.

Perisitiwa ini langsung tersebar di media sosial dan menjadi topik pembahasan warga Sulawesi utara. Warganet mengucapkan turut berduka cita atas kejadian tersebut. Mereka juga prihatin dengan kejadian tersebut.

Salah satu warga sekitar bernama Hendrik, mengaku mengenal sosok korban Deasy. Dia menuturkan, korban adalah sosok yang pendiam dan pekerja keras.

Menurutnya, korban telah bekerja di perusahaan tersebut selama belasan tahun. Kata dia lagi, buaya itu merupakan peliharaan sejak kecil, ketika Deasy  masih sekolah.

“Saya kenal baik sama korban Ibu Deasy. Dia rajin dan tidak banyak bicara, sosok yang baik. Dia sudah lama bekerja disini,” ucapnya.

Penulis : Emmanuel Athlon

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *