Transsion Jadi Raja HP Indonesia, Samsung dan Xiaomi Tumbang

Transsion Jadi Raja HP Indonesia, Samsung dan Xiaomi Tumbang

Lembaga riset IDC merilis laporan terbarunya Februari 2025 , dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, tahta raja smartphone di Indonesia berpindah tangan.

Setelah bertahan bertahun-tahun menguasai pasar Hp Indoensia, smartphone asal China Xiaomi harus rela turun.

Penjualan handphone Xiaomi di tanah air menurun drastis bila berbanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dari laporan IDC untuk penjualan kuartal keempat 2024, posisi puncak kini jadi milik Transsion, yang mulai merambah pasar tanah air.

Namanya mungkin belum terlalu familiar di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun banyak juga yang tak sadar bahwa mereka saat ini juga menggunakan HP buatan China ini.

Transsion adalah perusahaan hamlndphone asal China yang menaungi merek-merek seperti Tecno, Itel dan Infinix.

Penjualan ketiga merek HP tersebut berhasil menggeser dominasi merek-merek raksasa seperti lainnya Xiaomi dan Samsung.

Keberhasilan Transsion ketika mereka memiliki strategi yang fokus pada segmen pasar entry-level dan mid-range.

Merek-merek di bawah naungan Transsion tersebut menawarkan smartphone dengan fitur-fitur canggih dan menarik.  Dengan harga yang sangat terjangkau, konsumen Indonesia yang fokus terhadap harga sangat tertarik.

Transsion juga gencar melakukan inovasi dan adaptasi dengan selera konsumen pasar Indonesia. Mereka menghadirkan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan konsumen lokal.

Semua strategi yang mereka bangun sukses bikin Transsion memimpin di segmen low-end (di bawah Rp1,6 juta).

Angka pertumbuhannya pun paling naik signifikan ketimbang brand lain. Walau demikian, mereka belum berhasil mengeser Oppo yang berhasil kuasai kelas menengah di rentang harga Rp3-7 juta.

Khusus untuk pasar 5G di Indonsia terjadi peningkatan signifikan antara merek-merek handphone. Samsung masih menjadi jawara untuk kelas 5G

Data IDC juga menulis penjualan handphone di tanah air mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 15 persen dari 2023.

Analis riset IDC Indonesia, Vanessa Auriel mengatakan meskipun pasar menunjukkan pemulihan di tahun 2024 namun belum sepenuhnya aman.

Menurutnya, konsumen masih khawatir di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global. Pertumbuhan terus ditopang faktor suplai, sementara permintaan pasar umumnya masih lesu.

“Pertumbuhan diperkirakan berada di satu digit rendah untuk tahun 2025,” kata Vanessa Aurelia.

Pelarangan penjualan iPhone 16 di Indonesia juga berdampak pada penurunan pasar flagship dan premium diangka 9,2 persen. (eva)

MBG Banyak Masalah, Bowo: Presiden Tidak Punya Tongkat Musa

Berikut daftar lima penguasa pasar HP di Indonesia sepanjang Q4 2024:

Transsion 19,8 persen
Xiaomi 17,5 persen
Vivo 17,0 persen
Samsung 16,6 persen
Oppo 14,8 persen
Lainnya 14,3 persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *