Gukesh Kalahkan Ding di Game 11 Kejuaraan Dunia 2024

Bersiaplah Sambut Juara Dunia Baru, Dommaraju Gukesh

Publik catur kini siap menyambut juara dunia baru, Dommaraju Gukesh. Dommaraju Gukesh kalahkan Ding Liren di game 11 kejuaraan dunia 2024, Minggu (8/12/2024).

Dommaraju Gukesh yang memegang buah putih memulai dengan reti opening. Untuk kesekian kalinya, tim Gukesh menggunakan pembukaan ini karena melihat Ding sering kewalahan menghadapi pembukaan ini.

Tema permainan kemudian menjadi Reti Opening: Reti Gambit Declined, Advance, Reversed Blumenfeld Gambit.

Ding Liren sebenarnya memiliki keunggulan pada langkah 16, namun gagal memanfaatkannya. Dia lebih memilih mengeluarkan gajah petak hitamnya di petak H6.

Di lain pihak, Dommaraju Gukeseh mulai menyusun serangan di sayap menteri.

Ding Liren membuat blunder fatal pada langkah 29 yang membuatnya kehilangan kuda secara gratis. Ding Liren langsung menyerah.

Satu poin penting yang menjadi catatan dalam game ini, adalah terulangnya kejadian ketika Ding Liren begitu buruk soal manajemen waktu. Pada game 3, Ding Liren juga kehabisan waktu yang berujung kekalahan. Hasil itu membuat kedudukan kembali menjadi imbang, padahal Ding Liren sempat menang di game 1.

Bayangkan, ketika permainan game 11 baru memasuki langkah ke 25, Ding Liren tinggal menyisakan waktu di bawah 8 menit. Hal inilah yang akhirnya membuat dia melakukan blunder amatir yang berujung kekalahan.

Dengan kekalahan ini, tampaknya Ding Liren sudah harus mengikhlaskan mahkota juara dunia berpindah ke kepala Dommaraju Gukesh.

Ding Liren belum sepenuhnya siap dalam kejuaraan dunia 2024. Meski sempat menunjukkan perubahan mental pada game 1, Ding seolah kembali mendapatkan masalah. Banyak memakan ice cream tak benar-benar membuatnya rileks.

Dia tak bisa memanfaatkan keunggulan posisi menjadi kemenangan pada beberapa game termasuk game ke delapan. Dia lebih memilih secepatnya membuat permainan menjadi remis.

Sebaliknya, Dommaraju Gukesh menunjukkan mental juara sejati. Berulangkali dia mencoba mencari keunggulan meski keadaan sangat seimbang.

Dengan tersisa tiga game, tampaknya Dommaraju Gukesh sudah bersiap dengan gelar baru. Dia akan menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah, delapan belas tahun, mengalahkan rekor Garry Kasparov.

Dia hanya perlu berusaha untuk tigak kalah dalam tiga game tersisa. Melihat mental Dommaraju Gukesh, tampaknya itu bukan sebuah masalah besar.

India dalam beberapa hari ke depan memiliki Juara dunia catur, yang kedua, setelah Viswanathan Anand. Sebuah pencapaian luar biasa.

Ding Gukesh Remis di Game 10 Kejuaraan Dunia 2024

Ding Liren punya misi tidak mudah, mencari kemenangan dalam tiga game tersisa. Sebuah hal yang sangat sulit terwujud. Harapannya, dia masih dua kali memegang buah putih.

(BangKipot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *