oleh

Desa Wisata di Sumatera Barat Makin Banyak Pilihannya

Dalam lomba yang bertajuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021, terdapat 4 nama desa (nagari) di Ranah Minang yang masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia.

Masa pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua ini tak menyurutkan pemerintah pusat dan daerah dalam menggenjot sektor pariwista di Indonesia.

Baca : Danau Maninjau, Destinasi Menawan dengan 44 Kelok


Sumatera Barat (Sumbar) sebagai salah satu provinsi yang mengandalkan sektor pariwisata terus berbenah dalam mengembangkan potensi wisata yang ada.


Provinsi yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera ini sudah terkenal dengan pesona dan panorama alamnya yang membuai mata, juga keunikan kultur dan budaya.


Kedua aspek tersebut tentunya menjadi ujung tombak penggerak ekonomi daerah berbasis pariwisata di ranah Minang.
Pada bulan Agustus 2021, Sumbar berhasil mendapat anugerah dalam lomba Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).


Dalam lomba yang bertajuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021, terdapat 4 nama desa (nagari) di Ranah Minang yang masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia.


Terpilihnya 4 desa tersebut tentunya berdasar penilaian berbagai aspek, yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability), suvenir (kriya), kuliner, daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, sarana dan prasarana digital, homestay, serta toilet.


Keempat desa tersebut adalah, Desa Wisata Sungai Batang, Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, Desa Wisata Apar, dan Desa Wisata Saribu Rumah Gonjong.
Adapun keempat desa tersebut mewakili 4 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Pariaman, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Harapannya, desa-desa wisata akan menjadi salah satu motor kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi serta menjadi patron wisata berbasis alam dan budaya.


Apa yang ditawarkan oleh masing-masing desa kepada wisatawan? Mari kita simak.
  1. Desa Wisata Sungai Batang

Nagari (desa) ini terletak di pesisir Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. berjarak sekitar 36 kilometer dari Kota Bukittinggi dan 140 kilometer dari Kota Padang.


Nagari Sungai Batang sendiri sudah kental dengan daya tarik wisata religinya, karena tempat ini merupakan tanah kelahiran salah satu ulama besar tanah air yaitu Buya Hamka. Wisatawan bisa mengikuti tour paket wisata menyusuri jejak Buya Hamka dan keluarga besarnya.


Selain itu, Desa Wisata Sungai Batang juga menawarkan pesona wisata alam dan budaya yang tidak kalah serunya.
Para pelancong akan terkagum kagum dengan berbagai macam atraksi seni dan budaya seperti, Randai, Silek Tuo, Tari piring, Tari Galombang, Tambua, dan Makan Bajamba.


Sementara itu, jika traveler ingin menikmati pesona alamnya, bisa mencoba tracking dalam kawasan hutan hujan yang terletak di seputaran Danau Maninjau.
Keasrian dan pesona hutan Maninjau semakin terasa lengkap dengan kehadiran sejumlah air terjun.

Pesona air terjun ini tentunya bisa membuai wisatawan melupakan rasa lelah menyusuri kawasan tersebut.
Untuk penggemar kuliner khas daerah, Nagari Sungai Batang juga memiliki makanan khas bernama Rinuak. Makanan dengan bahan dasar ikan Rinuak yang hidup di Danau Maninjau.
Ada juga pensi, sejenis cemilan berbumbu rempah yang bahan dasarnya adalah kerang kecil berasal dari Danau Maninjau.


Untuk pelancong yang ingin menginap, tidak perlu khawatir karena terdapat beberapa homestay di sekitaran Danau Maninjau. Bahkan ada homestay dengan bentuk khas Minang yaitu rumah gadang.

  1. Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu

Kampuang Minang Nagari Sumpu berada di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Daerah ini berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau.


Kampung ini terletak di pesisir Danau Singkarak, yang merupakan danau terluas di Sumatera Barat. Danau Singkarak juga merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba.
Letaknya yang berada di tepian danau, tentunya Kampuang Minang Nagari Sumpu memiliki destinasi wisata alam yang menarik buat wisatawan.
Wisatawan bisa menikmati eloknya panorama Danau Singkarak, hamparan sawah dengan latar Puncak Tubia, aliran Sungai Batang, serta air terjun yang mengalir dari bukit-bukit yang mengelilingi Nagari Sumpu.


Selain pesona alam yang memanjakan mata, Kampuang Minang Nagari Sumpu juga memiliki sejumlah wisata budaya khas Minangkabau. ada beberapa atraksi budaya yang hanya ada di Nagari Sumpu.
Atraksi dan kearifan lokal yang antara lain berupa, kesenian randai tradisional Sumpu, silat tradisional Sumpu, manjujuang talam, serta kehidupan bertani dan menjala ikan dari masyarakat Sumpu.

Baca Juga:  Gol Eksel Runtukahu Menangkan Sulut United


Ada juga salah satu atraksi seru satu tahun sekali, yaitu Pacu Biduak (balap sampan tradisonal). Atraksi ini berlangsung di Danau Singkarak dan masuk dalam event Pesona Sumpu.


Sementara itu, untuk traveller yang gemar aneka kuliner, Kampuang Minang Nagari Sumpu punya segudang masakan khas, ada rendang sumpu yang memiliki cita rasa berbeda dari rendang pada umumnya, singgang sumpu, rebon, pangek sumpu, serta kuliner olahan dari ikan bilih. Ikan bilih merupakan jenis ikan endemik asli dari Danau Singkarak.
Buat penggemar buah sawo, kampung ini memiliki buah sawo dengan kualitas terbaik di Sumbar, serta terbaik ketiga untuk ukuran nasional.


Adapun fasilitas untuk para traveler yang ingin bermalam di Kampuang Minang Nagari Sumpu, berupa homestay, lengkap dengan sarana ibadah hingga sambungan wifi.
Homestay yang tersedia di Nagari Sumpu. Nikmati sensasi menginap di rumah gadang.

  1. Desa Wisata Apar

Terletak di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Desa ini berjarak sekitar 56 km dari Kota Padang, atau sekitar 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau.


Desa ini lokasinya berada di pesisir pantai ini, sangat menonjolkan alam budaya dan kearifan lokal.


Hutan mangrove dengan gazebo dan menara pandang, menjadi suguhan utama untuk wisatawan.
Para pelancong pun dapat menelusuri kawasan hutan mangrove dengan menggunakan kano.


Lanskap hamparan pantai yang menyejukkan, serta panorama matahari terbenam akan membuat pengunjung betah menghabiskan malamnya di sini. Tak heran, kota ini terkenal dengan slogannya, “The sunset city of Indonesia”.
Tak ketinggalan, lucunya liukan penyu konservasi.
Ada juga kearifan lokal yang sangat unik, aktraksi beruk di Sekolah Tinggi Ilmu Baruak. Wisatawan akan terpingkal kagum saat beruk menjatuhkan kelapa muda untuk wisatawan.


Jangan lupa, buat penggemar wisata kuliner dan buah tangan, Desa Wisata Apar memiliki aneka kuliner dan buah tangan.
Produk olahan makanan dan minuman dari buah mangrove menjadi salah satu sajian andalan. Ada juga rendang, gulai kepala ikan, kerajinan kulit, sulaman dan kerajinan batang pisang.


Untuk wisatawan yang ingin bermalam, Desa Wisata Apar juga menyediakan beberapa homestay dengan harga bervariasi, lengkap dengan layanan internet.

  1. Desa Wisata Saribu Rumah Gonjong

Desa Wisata Saribu Rumah Gonjong (Sarugo), berada di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Kampung Sarugo terletak di kawasan dataran tinggi Bukit Barisan. Perbukitan yang membujur dari utara hingga selatan Pulau Sumatera.


Berdasar lokasi desa wisata ini yang berada di area pegunungan, tentunya akan menyajikan panorama wisata alam pegunungan yang sejuk dan asri.
Salah satu lokasi yang menarik wisatawan adalah air terjun Sarasah Barambun.


Desa wisata ini juga  terkenal akan panorama gugusan perkebunan jeruknya yang mengelilingi Kampung Sarugo.


Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) merupakan komoditi andalan masyarakat setempat.
Bagi pecinta wisata sejarah, kita bisa mengulik kembali salah satu momen historis perjuangan anak bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Daerah ini adalah basis perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan menjadi Ibukota Republik Indonesia pada masa pemerintahan PDRI (1948-1949).


Adapun wisatawan yang ingin merasakan wisata budaya dan kearifan lokal, Desa Wisata Saribu Gonjong adalah salah satu tempat yang tepat.
Tahun 2020, Kampung Saribu Gonjong menjadi salah satu yang meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia kategori Desa Adat.


Penghargaan itu adalah bukti Kampung Sarugo masih memelihara adat istiadat dan budaya masyarakat Minang.
Wisatawan akan mendapati banyaknya rumah adat Minang yaitu rumah gadang yang terpelihara dengan baik dan letaknya tersusun rapi.


Dari beberapa rumah gadang ini, ada yang jadi homestay bagi wisatawan yang akan bermalam di Kampung Saribu Rumah Gonjong.


Untuk atraksi dan kearifan lokal, wisatawan bisa menyaksikan dan bahkan mencoba langsung aktifitas masyarakat setempat.
Mulai dari atraksi Tari Barabah Mandi, Pacu Upiah, Silek, kesenian Talempong, hingga sensasi menjadi petani ketika memetik jeruk dan memanen padi.
 

Jadi tunggu apalagi, Nagari di ranah Minang siap menawarkan destinasi wisata yang menarik.
Jangan lupa untuk tetap patuh pada Prokes saat mengunjungi lokasi-lokasi wisata.(udaido).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed