oleh

KKB Tembak Oktovianus Rayo Saat Jaga Kios

-Berita-4.279 kali dibaca

Pembunuhan terhadap warga sipil kembali terjadi di Kampung Julukoma, Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Papua.

Guru Sekolah Dasar bernama Oktovianus Rayo ditembak mati oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kamis (8/4/2021).

Dari keterangan saksi, Oktovianus tertembak saat sedang menjaga kios di rumahnya, sekitar pukul 9.30 WIT.

Saksi juga menyebut, Sekelompok KKB tiba-tiba datang dan masuk ke dalam rumah dan menembak korban sebanyak dua kali.

Peluru yang menembus rusuk sebelah kanan korban mengakibatkan korban meninggal dunia.

Usai melakukan penembakan, KKB langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

Kemudian warga sekitar langsung membawa korban ke Puskesmas Beoga, namun nyawa Oktovianus tak tertolong.

Setelah melakukan penembakan terhadap guru Oktovianus Rayo, KKB juga membakar sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Tak hanya membakar sekolah, kelompok ini juga melakukan tindakan pemerasan terhadap beberapa warga Beoga.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri menyebut pelaku penebakan dan pembakaran adalah KKB pimpinan Sabinus Waker.

Menurut Fakhiri, kelompok Sabinus Waker sedang melakukan perjalanan menuju Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak.

“Saya menduga kelompok Sabinus Waker ini sedang menuju ke Ilaga untuk menghadiri undangan Legakak Telenggen.”

“Jadi saat melintasi Kampung Julukoma, mereka melakukan penembakan dan pembakaran,” kata Kapolda.

Kapolda Papua juga mengutuk keras tindakan ini, karena membunuh seorang guru yang notabene mengajarkan anak-anak Papua sehingga pandai.

“Ini tindakan keji. Kami sedang menyusun langkah-langkah persuasif dan penegakan hukum terhadap pelaku,” ujarnya lagi.

Sementara situasi di lokasi kejadian sudah terkendali karena mendapat bantuan dari warga dan tokoh agama.

Aparat kemanan yang saat ini berada di kabupaten Puncak, juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk melakukan penindakan.

“Saya sudah perintahkan anggota kami di Puncak untuk ambil langkah persuasif untuk lakukan penindakan,” pungkasnya.

Fakhiri juga berharap ada intervensi dari pemerintah, sehingga yang bukan warga Ilaga untuk bisa segera pergi.

Baca Juga:  Praperadilan AGT, Tiga Saksi Ahli Sebut Penetapan Tersangka Keliru

Dibagian lain, tetangga korban dan beberapa guru yang sempat dikabarkan menghilang karena ketakutan, sudah pulang dalam keadaan sehat dan sudah kembali ke rumah mereka.

(*/ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed