oleh

BSM Kecam Aksi Teror Rumah Ibadah

-Berita-582 kali dibaca

Teror yang terjadi belakangan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya dari Barisan Solidaritas Muslim (BSM).

Ketua BSM Kota Bitung, Sapiin Palakua menyebut aksi ini merupakan tidakan biadap yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Segala bentuk kekerasan yang akan menimbulkan ketakutan, kekacauan, hingga mengancam dan mengorbankan nyawa manusia.”

“Apapun motif dan tujuannya serta oleh siapapun pelakunya sangatlah biadab,” kata Palakua.

Menurutnya, masyarakat jangan terpancing dengan aksi-aksi ini, tetap tenang dan berjaga agar kejadian ini tidak terulang lagi.

“Mari kita semua tetap tenang dan jaga kebersamaan, saya juga minta polisi segera mengungkap aktor intelektual di balik aksi ini,” ujar Bang Tago sapaan akrabnya.

Supaya bisa cepat terungkap, polisi harus lakukan investigasi kasus ini, apalagi kasus yang terjadi di Makassar dan Mabel Polri sangat tidak manusiawi.

Lebih jauh Bang Tago menjelaskan, meski teror terjadi di depan rumah ibadah jangan langsung mengaitkan tindakan tersebut, berhubungan dengan agama dan golongan umat beragama tertentu.

“Tindakan ini boleh merupakan bentuk adu domba, dan saya yakin tidak ada ikatan dengan aspek keagamaan,” jelasnya.

Tago menyebut, dalam ajaran Islam sangat jelas hal ini bertentangan dengan ajaran Allah.

“Dalam dalam al-Qur’an tertulis, barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.”

“Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia,” kutipnya dari Qs. al-Maidah/32.

Jadi menurutnya, jelas sekali teroris itu pasti tidak punya agama!.

Sebelumnya pada Minggu, (28/3/2021) sebuah serangan bom bunuh diri meledak tepat di pintu keluar Gereja Katedral Kota Makassar.

Akibat ledakan bom ini, terduga teroris tewan di tempat kejadian, belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

Tak sampai itu, kelompok terduga teroris juga menyerang Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga:  Aset Pemprov Sulut Naik Signifikan

Seorang wanita milenial berusia 25 tahun terduga teroris melakukan serangan di dalam kompleks Mabes Polri. Wanita tersebut akhirnya tewas setelah aparat polisi menembaknya.

(*/mir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed