oleh

Suku Pasan Asalnya Orang Wawali

-Berita, History-921 kali dibaca

Secara umum, asal usul suku Pasan (penduduk Ratahan) dan sekitarnya terjadi pada abad 17.

Awalnya ketika sekelompok masyarakat mulai tinggal dan berdiam di Pulau Bentenan.

Baca: Tulude, Warisan Leluhur Nusa Utara yang Sarat Makna

Namun karena sering diganggu oleh Bajak Laut dari Mangindanau, mereka kemudian sepakat pindah dan tinggal di daratan Bentenan.

Tinggal di daratan Bentenan, sekelompok masyarakat ini berharap akan hidup tenteram.

Mereka juga sepakat untuk memikul tanggung jawab bersama, dalam menghadapi segala tantangan yang datang.

Lama tinggal di Bentenan, mereka kemudian berpindah ke Tatengesan.

Disana, mereka terus menerus mendapat gangguan. Dan ketika para pria mencari nafkah di luar pemukiman, perampok membunuh wanita yang tinggal di kampung.

Sekembalinya ke kampung, mereka mendapati para wanita telah dibunuh oleh perampok.

Karena kejadian tersebut, sehingga tempat ini bernama Tatangisan yang sekarang menjadi Desa Tatengesan.

Mereka akhirnya bersepakat dengan suku Ponosakan untuk membagi tanggung jawab dan mengatasi keadaan.

Suku Pasan asalnya orang Wawali

Sesuai hasil musyawarah di Tantengesan, suku Pasan melaksanakan pembagian untuk menjaga perbatasan.

Mereka menempatkan sekelompok masyarakat di sebelah Timur yang sekarang bernama Wiau.

Mereka juga menempatkan sekelompok masyarakat di sebelah Barat, yang sekarang bernama Towuntu.

Sebagian kelompok juga berposisi di sebelah Selatan, yang sekarang bernama Desa Watuliney.

Di Watuliney, mereka bertugas melakukan transaksi penjualan/penukaran barang dengan orang Portugis (kayu hitam barter barang sesuai kebutuhan).

Dan bagi masyarakat yang tidak mendapat tugas, merekalah yang berkembang sampai tempat kita sekarang.

Dari Tatengesan mereka kemudian berpindah ke tempat bernama Mangkapes, yang terletak di antara Minanga dan Wioi.

Mereka juga berpindah ke tempat bernama Lisung, yang terletak dekat kampung Wioi.

Terakhir, mereka berpindah ke tempat yang sekarang dinamakan kebun Wawali, sekitar perkebunan Nyoen yang sesuai sebutan orang Pasan.

Sekitar tahun 1800 an terjadi kemarau panjang. Pada saat itulah awal terjadinya perpindahan yang mulanya oleh tiga orang bersaudara.

Baca Juga:  Oknum Pensiunan Polri Lakukan Hal Memalukan, Lihat Ulahnya

Ketiga bersaudara itu adalah Sambur, Worang dan Sengka. Mereka bertiga bermarga Sengka. (Baca halaman berikut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed