oleh

3 Jenderal Ini Pantas Jabat Kapolri

Tiga nama jenderal masuk dalam radar bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Idham Aziz.

Nama-nama mereka diprediksi akan diajukan kepada Presiden Jokowi oleh Korps Bhayangkara ini.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyebut dari sekian banyak jenderal, tiga nama ini yang berpeluang.

Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Adrianto dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Tiga nama diatas punya kans besar jabat Kaporli periode berikut,” sebut Massie.

Diapun menambahkan, seandainya mereka bertiga diusulkan kepada presiden, nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo memiliki peluang besar gantikan Idham.

“Saya lihat peluang Komjen Sigit lebih terbuka, apalagi beliau pernah menjadi ajudan Pak Jokowi,” sambungnya.

Walau memiliki hubungan dekat dengan Jokowi, Massie menyebut tidak serta merta Komjen Sigit dipilih.

“Soal kedekatan dengan Jokowi, saya melihat bukan hal yang istimewa. Ketiga jenderal ini punya kelebihan masing-masing,” tambahnya.

Sosok Komjen Gatot yang dipercayakan sebagai Wakaporli tidak bisa diremehkan.

Baca juga:  Jenny Kalalo Masih Trenyuh dengan Para Korban Gempa

Memiliki catatan apik dalam instansi kepolisian, membuat mantan Kapolda Metro Jaya bisa saja memegang mandat tertinggi ini.

Namun menurutnya, Presiden bisa saja memilih Komjen Agus Adrianto yang angkatannya berada satu tingkat di bawah Idham Aziz.

“Pak Aziz angkatan 88 dan Pak Agus angkatan 89, bisa saja dia yang dipilih,” ujar Jerry.

Sejumlah faktor bisa menjadi alasan untuk melenggang mulus. Faktor kedekatan dengan pejabat negara, pilitisi dan faktor kemujuran serta garis tangan bisa saja menjadi penentu.

Dibagian lain, Pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menyebut faktor kedekatan (chemitry) dengan Presiden Jokowi bisa menjadi penentu.

“Faktor chemistry akan sangat menetukan. Karena dengan begini Kapolri bisa mengamankan kebijakan presiden dan bisa diatur,” ujarnya.

Soal lobi-lobi itu adalah hal yang biasa. Menurutnya itu wajar karena termasuk usaha.

Lebih jauh Komaruddin menyebut, Presiden pastinya memilih orang yang bisa membuat dirinya nyaman.

“Tidak mungkin Pak Jokowi memilih Kapolri yang tidak bisa membuat dia nyaman,” pungkas dia.(ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed