oleh

Masyarakat Geram, Denny Siregar- Ferdian Paleka Girang

-Opini-26.594 kali dibaca

Ada-ada saja ulah buzzer dan youtuber zaman now. Tak peduli sedang berada di bulan suci Ramadan, apa saja akan mereka kerjakan demi klik dan subscriber. Mengejar pundi rupiah.

Teranyar, Buzzer spesialis pembela pemerintah, Denny Siregar kini membuat para loyalis presiden VI RI, SBY meradang.

Ini bermula ketika istri putra SBY, Agus Harimurti Youdhoyono, Annisa Pohan keberatan saat Denny Siregar menyerang anak mereka, Almira Yudhoyono.

Hal tersebut berkaitan dengan masukan SBY terhadap pemerintah soal penanganan Covid19 di Indonesia.

Memang tak sepantasnya Desi (singkatan populer nama Denny Siregar) menyeret anak dalam olokan politiknya. Beruntung AHY, mampu bersabar sekaligus memberi balasan berkelas untuknya.

Desi memang terkenal dengan tulisan-tulisannya yang memerahkan kuping.

Namun kelamaan, tulisannya makin tendensius. Desi terkesan seperti anjing penjilat dan penyalak.

Jika pemerintah dikritik, meski itu kritik membangun, Desi bersama buzzer lain seperti Abu Janda tampil terdepan pasang badan.

Mereka tak pernah ikhlas pemerintah dikritik, salah ataupun benar.  

Baca juga:  PDIP Menepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri

Mantan presiden, polisi, tokoh militer, dokter, jurnalis, ulama pernah diserang.

Seakan dia tahu segalanya, dan jauh lebih pintar. Modalnya hanya muka tebal dan tahan malu.

Memang secara objektif, pemerintah perlu dibela ketika ada kritikan berbau fitnah.

Ada hal-hal yang harus disampaikan kepada masyarakat. Sebaliknya, jika pemerintah khilaf, harus ada pihak yang mengingatkan.

Meski harus diakui, banyak kali pola pikir Desi membela masyarakat banyak. Sayang, kini dia dinilai terlalu subjektif dalam satu sudut pandang. Debatable memang.

Pernah ketika Desi diundang di ILC, dia tergagap-gagap dalam acara tersebut. Usai acara dia membela diri dan mengritik acara tersebut, blablabla.

Sang pemilik acara hanya membalasnya dengan peribahasa melayu ‘Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu bilang terjungkat (jangan lantai yang kamu salahkan).

Artinya, jika tak pandai jangan banyak mencari alasan pembenaran. Telak dan nabok memang.  

Jika ada yang geram dengan tulisannya, meski berbau provokatif, Denny Siregar senang.

Baca juga:  Erick Thohir, Strategi Brilian Jokowi ala Sun Tzu

Sama halnya, dengan youtuber Ferdian Paleka. Baru-baru ini dia membagikan bingkisan Ramadan untuk para waria di jalanan.

Parahnya, ternyata bantuan itu tak tulus. Dus Mi instan ternyata berisi sampah.

Bukan hanya untuk waria, para anak-anak yang ronda membangunkan sahur, juga dikerjai dengan sampah.

Hasilnya, Ferdian bersama teman-temannya tertawa girang.

Tak hitung tiga, video tersebut langsung menuai hujatan. Video prank menggunakan sampah yang memang sampah.

Tak cukup sampai di situ, Paleka tampil meminta maaf tapi bohong.

Sontak, masyarakat kembali dibuat geram. Video ini bahkan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sikap Desi dan dan Paleka, hanya sebagian kecil dari tingkah warganet +62, yang memang di luar logika.

Banyak lagi mereka yang rela melakukan hal kontroversial demi menaikkan nama sekaligus mempertebal kantongnya. Meskipun membuat masyarakat geram dan murka.

Entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Pihak yang harusnya mengawasi, masyarakat yang senang dengan tindakan mereka, masyarakat yang geram atau?

Wallahualam…

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed