Vidit Santos Gujrathi, Kisah Dongeng Menuju Turnamen Kandidat

F. G. Tangkudung
9 Nov 2023 13:44
Sport 0 38
4 menit membaca

GM Vidit Santos Gujrathi secara gemilang menjadi juara FIDE Grand Swiss 2023, Minggu (5/11/2023), di Pulau Man, Inggris. Gelar tersebut otomatis membuat Vidit berhak mengikuti turnamen kandidat 2024 mendatang. Satu tiket lainnya menjadi milik pecatur Amerika Serikat berdarah Jepang, GM Hikaru Nakamura yang menjadi runner-up.

Vidit berhasil mengangkangi sejumlah unggulan lainnya dalam turnamen catur terbuka paling bergengsi di dunia ini. Sebut saja nama GM Alireza Firouzja, GM Anish Giri, GM Richard Rapport, GM Jan Krzysztof Duda dan lainnya.

Ada hal paling menarik dalam perjalanan Vidit meraih mahkota turnaman ini. Tentu saja itu adalah kebangkitan usai kalah di pertandingan pertama dari pecatur Belanda, GM Erwin L’Ami.

Ya, Vidit mengalami kekalahan di partai perdananya. Dengan hanya memainkan 11 ronde, dua tiket kandidat, dengan komposisi 114 pemain terbaik dunia, satu kekalahan tampaknya sudah mengeliminasi pecatur untuk menjadi juara di turnamen ini. Hal paling mungkin, mengejar hadiah tersisa.

Namun, Vidit tak patah arang. Dia bangkit dan bertekad meraih poin sebanyak mungkin mengejar dua tempat menuju turnamen kandidat, obsesi sekaligus kebanggaan semua pecatur profesional.

Pada partai kedua, Vidit mengalahkan juniornya, GM Abhijeet Gupta. Dia melanjutkan tren positif usai menghajar pecatur Jerman GM Dmitrij Kollars dan pecatur senior asal Spanyol GM Alexei Shirov di babak 3 dan 4. Selanjutnya babak ke lima dia bermain imbang dengan pecatur GM Evgeniy Najer.

Momen paling menentukan dalam turnamen ini adalah ketika Vidit berhadapan dengan pecatur muda kontroversial asal Amerika Serikat GM Hans Moke Niemann di babak ke-6. Apalagi sebelumnya, Niemann berhasil mengalahkan Richard Rapport di babak ke-4 dengan permainan ala komputer.

Vidit akhirnya membuat Niemann mengulurkan tangannya tanda menyerah, ketika tak kuasa mencegah Vidit melakukan Skakmat dengan menteri dan gajah.

Lagi, babak ke-7 Vidit menaklukkan pecatur muda anggota tim juara piala dunia 2022 Uzbekistan, GM Javokhir Sindarov. Babak 8 dan 9, Vidit bermain aman dengan berbagi angka remis dengan GM Hikaru Nakamura dan GM Andrey Esipenko.

Babak 10, Vidit mengalahkan pecatur asal Rumania GM Bogdan-Daniel Deac yang berhasil masuk lima besar. Pada babak terakhir, Vidit bertemu dengan pecatur asal Serbia GM Alexandr Predke.

Sebelum pertandingan mulai, pada posisi ini Vidit, GM Hikaru Nakamura dan GM Andrey Esipenko memiliki poin sama 7,5. Ketiganya paling berpeluang mencari dua tiket turnamen kandidat. Sayangnya, apabila ketiganya meraih kemenangan, Esipenko dan Hikaru yang bakal lolos karena unggul tie break.

Sementara Predke dan Arjun Erigaisi yang memiliki poin 7, siap menyalip apabila ketiganya terpeleset. Selain partai Vidit Vs Predke, ada Hikaru bertemu dengan Arjun Erigaisi, sementara Esipenko bersua Anish Giri.

Hasilnya, Vidit berhasil mengalahkan Predke dengan keunggulan bidaknya di end game. Hikaru bermain imbang dengan Arjun dan Esipenko terjungkal di tangan Giri. Jadilah dua tiket itu menjadi milik Vidit dan Hikaru.

Keberhasilan Vidit Santos Gujrathi memang sangat luar biasa. Selama ini namanya terus tenggelam di bawah bayang-bayang empat juniornya, Domaraju Gukesh, Rameshbabu Praggnanandhaa, Arjun Erigaisi dan Nihal Sarin.

Tahun 2023 memang menjadi momen kebangkitan pecatur 29 tahun tersebut. Pada Piala Dunia catur beberapa bulan sebelumnya, Vidit melaju sampai babak 8 besar, termasuk ketika secara heroik menumbangkan Ian Nepomniachtchi di babak 16 besar.

Kini, menarik menunggu kiprah Vidit Santos Gujrathi di turnamen kandidat 2024.

Vidit akan bersama dengan Pragg mewakili India. Rameshbabu Praggnananandhaa sendiri kini berhasil meraih status pecatur nomor India di bawah Vishi Anand.

Dalam dua bulan terakhir, tinggal 2 tempat tersisa yang akan melaju ke turnamen kandidat 2024 melalui dua jalur. 6 tempat sudah menjadi milik Ian Nepo, Magnus Carlsen, Fabiano Caruana, Pragg, Vidit dan Hikaru.

Jalur pertama melalui peraih poin tertinggi sirkuit FIDE, kemungkinan akan menjadi Anish Giri atau Domaraju Gukesh. Sementara untuk jalur lainnya lewat rating tertinggi, kemungkinan menjadi milik Alireza Firouzja dan Anish Giri.

Besar kemungkinan dua tempat tersebut akan menjadi Anish Giri lewat jalur sirkuit FIDE dan Alireza Firouzja sebagai pecatur dengan rating tertinggi. Sementara posisi Magnus Carlsen, jika kembali menolak bermain, kemungkinan akan diserahkan kepada Nijat Abasov.

Baca: Juara Piala Dunia, Magnus Carlsen Memang Alien

Dengan komposisi tersebut, jika mempertahankan penampilannya, Vidit bisa berbicara banyak. Memang masih terlalu jauh membahas turnamen kandidat. Namun, setidaknya apresiasi pantas disematkan buat Vidit. Perjalanannya sungguh di luar nalar bak kisah dongeng. Lebih tepatnya terbantu takdir. Akankah Vidit Santos Gujrathi akan mengikuti takdir Ding Liren? Waktu akan menjawabnya. (BangKipot).

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *