Ronaldinho, Menghibur dengan Trik dan Senyumannya

F. G. Tangkudung
18 Okt 2020 10:51
Sport 0 117
4 menit membaca

Ronaldinho menjadi pemain terbaik FIFA dua tahun berturut-turut 2004 dan 2005 serta menerima penghargaan Ballon d’Or tahun 2004 dan 2006.

Saat Piala Dunia 2002, Brazil bersua dengan Inggris di babak perempat final. Ketika itu Inggris unggul lewat bocah ajaib mereka, Michael Owen. Menerima Umpan Emilie Heskey bola sempat disapu Lucio.

Namun sepakan tak sempurna tersebut direbut Owen dan langsung membuat tusukan ke kotak penalti.

Owen melakukan tendangan chip indah untuk membuat Kiper Brazil Marcos tersungkur.

Tapi, seorang pemuda gondrong kriwil membalas lunas aksi Owen sesaat sebelum kedua tim masuk ke ruang rehat.

Ketika menerima bola dari tengah lapangan dia kemudian meliuk-liuk dan melewati Ashley Cole di sisi kiri pertahanan Inggris kemudia memberikan umpan brilian kepada Rivaldo.

Meski dalam sudut sempit Rivaldo berhasil mencetak gol. Jadilah kedudukan sama kuat, kedua tim kemudian masuk ke ruang istirahat.

Nama pemuda dengan gocekan ajaib itu adalah Ronaldo de Assis Moreira atau lebih terkenal sebagai Ronaldinho Gauco.

Aksi sang kriwil tak berhenti di situ, tak lama setelah babak kedua mulai gelandang Inggris Paul Scholes melakukan pelanggaran di tengah lapangan.

Ronaldinho mengambil tendangan bebas yang berjarak 35 yards tersebut. Semua mengira dia akan memberikan umpan kepada rekan-rekannya di kotak penalti. Ternyata Ronaldinho melihat sebuah kelengahan kiper legendaris Inggris, David Seaman.

Seaman terlalu maju karena juga berasumsi yang sama. Dan, Ronaldinho menendang langsung ke gawang. Seaman pun terhempas jatuh tak kuasa menahan sepakan sangat terarah tersebut.

Karena kesalahan ini juga Seaman menjadi sasaran hujatan di Inggris saat kepulangannya.

Tak sampai sepuluh menit kemudian, ada hal menarik terjadi. Ronaldinho yang terlalu bersemangat, terlihat menginjak bek Inggris, Danny Mils.

Sang hakim lapangan tanpa ampun mengeluarkan kartu merah. Meski terlihat bingung dan marah, Ronaldinho tetap memperlihatkan senyum khasnya.

Dia terus tersenyum hingga meninggalkan lapangan pertandingan.

Meski di sisa pertandingan, Inggris lebih dominan, namun skor tidak berubah, Brazil menang 2-1 dan melaju ke babak semifinal untuk bertemu dengan Turki. Brazil akhirnya terus melaju ke final dan membawa gelar juara dunia.

Pasca turnamen tersebut berakhir, permainannya terus meningkat di klubnya Paris Saint Germain. Hal ini membuat raksasa Spanyol kepincut dan memberikan tawaran menggiurkan.

Waktu itu, PSG belum jadi milik pengusaha Timur Tengah, sehingga langsung tegoda. Pidahlah Ronaldinho tahun 2003 ke Barcelona.

Di Barcelona dia menemukan puncak karirnya. Bersama Samuel Etoo, Xavi Hernandes, Deco, Carles Puyol, Rafael Marquez di musim pertamanya Ronaldinho langsung merebut liga Spanyol dua kali berturut-turut.

Mereka meruntuhkan kekuatan baru seperti Deportivo La Coruna dan Valencia serta kekuatan Abadi liga Spanyol, Real Madrid.

Ronaldinho juga berhasil membawa Barcelona juara liga champion 2005/2006 setelah di partai puncak mengalahkan tim untouchable liga Inggris, Arsenal 2-1.

Dia menjadi pemain terbaik FIFA dua tahun berturut-turut 2004 dan 2005 serta menerima penghargaan Ballon d’Or tahun 2004 dan 2006.

Ronaldinho juga turut menularkan ilmunya kepada rising star Barcelona waktu itu Lionel Messi. Bersama pemain senior lainnya, mereka menjadi mentor untuk mendidik bocah ajaib asal argentina itu.

Hasil asuhan Ronaldinho berbuah manis, Messi menjelma menjadi pemain bintang. Messi juga akhirnya menjadi tandem Ronaldinho di Barcelona hingga tahun 2008.

Dia akhirnya mencoba peruntungannya ke AC Milan di liga Italia. Meski prestasinya tak semengkilap di Barcelona, Ronaldinho berhasil membaw AC Milan menjadi Scudetto.

Sayangnya, setelah mengenal dunia Italia dengan segala gemerlapnya dia seperti tak fokus lagi dengan klub AC Milan. Dia seakan menemukan klub baru, klub malam yang penuh dengan kesenangan dan wanita.

Ronaldinho juga tekesan angkuh dengan berseteru dengan beberapa pelatih. Jumlah golnya langsung menukik, perlahan kebintangannya meredup. Dia akhirnya balik ke kampung halamannya bermain di liga Brazil.

Terlepas dari semua itu, Ronaldinho adalah seorang pelopor sepakbola modern dengan segala keindahannya. Deretan prestasi dan piala yang diterimanya mulai dari level klub dan timnas bisa menggambarkan kehebatannya.

In Memoriam, Vichai Menyihir Rubah Jadi Raja Inggris

Dia terlahir untuk mebuat sepak bola lebih indah. Trik dan aksinya selalu menghibur pecinta sepak bola. Bukan hanya itu, senyumannya yang memesona membuat Ronaldinho akan terus dirindukan sepakbola.

Penulis: Bang Kipot

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *