Pele, Pesepakbola Terbesar Sepanjang Masa

F. G. Tangkudung
25 Okt 2020 22:36
Sport 0 149
5 menit membaca

Pele memang menjadi legenda dan sejarah terbesar dalam dunia sepakbola. Rekornya yang mencetak lebih dari seribu gol selama berkarir jelas tak bisa tersamai pemain manapun.

Seorang bocah miskin berusia sepuluh tahun mengikatkan koran bekas di kakinya membentuk sepatu dan menendang buah jeruk sebagai bola.

Dia berlatih dengan giat karena ingin seperti ayahnya menjadi pesepakbola. Beberapa tahun berselang, seorang pemandu bakat dari klub lokal, Santos melihat aksinya.

Dia memberitahukan serta meyakinkan sang presiden klub jika nantinya anak itu akan menjadi pemain terbaik dunia.

Nama anak itu adalah Edson Arantes do Nascimento atau lebih terkenal dengan Pele.

Jadilah klub Santos merekrutnya sebagai pemain muda, dia melakoni debutnya tahun 1957 ketika Santos berhadapan dengan Corinthians dalam sebuah laga eksebisi.

Pele mencetak sebuah gol dalam laga perdananya itu untuk kemenangan Santos 7-1.

Pada usia 16 tahun, dia akhirnya masuk dalam tim senior untuk mengarungi kerasnya liga. Keyakinan pencari bakat tersebut mulai menjadi kenyataan ketika Pele menjadi top skor di akhir musim.

Melihat keajaiban bocah ini, pelatih timnas Brazil memanggilnya untuk bergabung dengan skuat Brazil di Piala dunia 1958.

Pele menjadi pemain termuda dalam turnamen piala dunia 1958. Saat melawan Wales, dia menciptakan gol perdananya di ajang Piala dunia.

Pada pertandingan semifinal, dia langsung menciptakan hattrick untuk membawa Brazil ke semifinal dengan kemenangan 5-1 atas Perancis.

Partai Final, mempertemukan Brazil dengan sang tuan rumah, Swedia. Pele pun kembali memecahkan rekor dengan menjadi pemain termuda yang pernah tampil di Final saat berusia 17 tahun 249 hari.

Tapi, rekornya bukan berhenti di situ, dia mencetak dua gol dalam final tersebut untuk membawa Brazil meraih piala dunianya untuk pertama kali.  

Salah satu golnya terbaik sejarah piala dunia ketika sebuah umpan lob yang melewati kepala bek Swedia langsung bersambut tendangan kerasnya terarah ke gawang  Kalle Svensson, Brazil menang 5-2.

Pele juga menempati urutan kedua pencetak gol terbanyak di bawah Just Fontaine.

Pele terus bermain untuk Santos dan kembali menunjukkan ketajamannya di kotak penalti. Dia berulang kali menjadi pencetak gol terbanyak di liga.

Hingga saat ini rekornya mencetak 56 gol dalam satu musim di liga Brazil belum terpecahkan.

Satu cerita menarik saat Pele berseragam Santos adalah ketika Santos melakukan pertandingan eksebisi tahun 1967 di Nigeria yang saat itu sedang terjadi perang saudara.

Mendengar nama Pele yang akan bermain, kedua kubu sepakat untuk gencatan senjata selam dua hari hanya untuk menikmati pertandingan tersebut.

Dia kemudian dipanggil kembali memperkuat Brazil di Piala dunia 1962 di Chile. Pele memulai turnamen dengan membawa Brazil mengalahkan Mexico 2-0.

Pele menciptakan sebuah gol serta memberikan sebuah asisst. Sayang di partai selanjutnya melawan Cekoslovakia Pele kena tekel keras dan harus keluar lapangan.

Petualangannya bersama Brazil di piala dunia 1962 harus terhenti. Beruntung Brazil masih punya bintang lain bernama Garincha, yang membawa Brazil menjadi juara dunia untuk kedua kalinya.

Usai piala dunia 1962, nama Pele langsung jadi rebutan klub-klub kaya asal Eropa. Namun Pemerintah Brazil melarang Pele untuk bermain di Eropa karena menganggapnya sebagai aset terbesar Brazil.

Empat tahun berselang, Pele kembali masuk skuat Brazil di piala dunia yang berlangsung di Inggris.

Peraturan waktu itu yang belum sepenuhnya melindungi keselamatan pemain, membuat pemain Bulgaria dan Portugal secara brutal menjadikannya sebagai sasaran tekel keras. Apalagi waktu itu belum ada peraturan pergantian pemain selama masa permainan.

Akibatnya Pele merasa ketakutan, dia bahkan bersumpah tidak akan bermain lagi di piala dunia. Inggris menjadi juara dunia 1966 dengan bintangnya Bobby Charlton.

Sumpahnya tak akan bermain di piala dunia akhirnya dia tarik kembali setelah terjadi revisi peraturan dalam sepak bola. Kali ini tim Brazil penuh pemain-pemain bintang.

Tim ini punya materi terbaik sepanjang sejarah. Lihat saja selain Pele masih ada Rivelino, Jairzinho, Gérson, Tostao, Carlos Alberto Torres dan Clodoaldo.

Benar saja, laju Brazil di turnamen ini tak terhentikan. Cekoslovakia, Juara bertahan Inggris, Rumania dan Peru menjadi saksi kedigdayaan tim ini. Di partai semifinal Brazil bersua Uruguay yang juga dua kali sudah merebut piala dunia.

Dalam pertandingan terakhir kedua tim yang terjadi 1950, Uruguay membuat rakyat Brazil menangis saat melihat Uruguay mengangkat piala dunia di tanah Brazil. Pertemuan kembali kedua tim ini jadi ajang adu hebat dua wakil amerika latin.

Siapa yang menang berpeluang membawa pulang piala dunia untuk selamanya, karena aturan waktu itu siapa tim yang meraihnya tiga kali berhak memiliki piala dunia tersebut.

Namun Brazil kali ini terlalu tangguh untuk Uruguay, Brazil berhasil menuntaskan dendamnya dengan mencukur Uruguay dengan skor 3-1. Partai Final, Italia coba menghadang Brazil membawa pulang piala dunia selamanya ke Amerika Latin.

Tapi kekuatan Brazil di turnamen ini berada satu strip di atas lawan-lawannya. Alhasil Brazil menyudahi pertandingan berat sebelah dengan skor 4-1.

Brazil mencatat rekor dengan membawa pulang piala Jules Rimet untuk selamanya, Pele pun mencetak 6 gol di turnamen ini atau total membuat 12 gol dalam 4 edisi piala dunianya.

Pele juga telah mencetak 77 gol untuk Brazil selama 92 kali penampilannya.

Pele memang menjadi legenda dan sejarah terbesar dalam dunia sepakbola.

Rekornya yang mencetak lebih dari seribu gol selama berkarir jelas tak bisa terkejar pemain manapun, meski ada pihak yang keberatan dengan jumlah itu karena termasuk dengan gol partai eksibisi.

Tapi Pele tetaplah Pele, Pemain terbesar dengan segala rekor yang tak bakal tersentuh oleh pemain manapun.

Baca juga: Thierry Henry, Striker dengan Akurasi Aduhai

Rekor gol, rekor piala dunianya serta keindahan bermainnya akan selalu jadi kerinduan publik sepakbola. Pele si mutiara hitam dari Brazil, pemain terbesar sepanjang masa.

Penulis: Bang Kipot

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *