11 Pahlawan Nasional dari Sulawesi Utara

F. G. Tangkudung
9 Nov 2023 16:20
Manadopedia 0 2850
7 menit membaca

Ada sebelas pahlawan nasional Sulawesi Utara (Sulut)  hingga  November tahun 2023.  Pemerintah RI memberikan gelar pahlawan atas jasa mereka dalam perjuangan  untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Pahlawan Nasional Asal Sulut

Sam Ratulangi 

Sam, nama panggilannnya  dilahirkan 5 November 1890 di Desa Tounkuramber, Kabupaten Minahasa, bernama lengkap nama Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi.

Dia terkenal dengan filsafat ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ manusia hidup memanusiakan manusia lain. Sam adalah anak ketiga dari Yozias Ratulangi dan Agustius Gerungan.

7 Rekomendasi PC Desktop Terbaik di Indonesia 2023

Saat di Belanda, Sam yang pernah menjadi ketua Indische Vereniging (1913-1915)  juga sudah menggunakan ‘Indonesia’ dalam sejumlah tulisan dan pidatonya.

“Marilah kita di Holland ini bersatu untuk menghadapi kewajiban kita di Indonesia kelak, marilah kita bersatu…,” begitu pidato Sam yang membakar semangat para pelajar Indonesia di Belanda.

Ketika menjabati ketua perhimpunan mahasiswa Asia di Eropa, Dia selalu mensosialisasikan kata Indonesia dalam forum resmi.

Saat itu, satu anggota perhimpunan adalah pandit Jawaharlal Nehru yang kelak menjadi perdana menteri pertama India. Dia menjadi pahlawan nasional Sulawesi Utara pertama.

Ratulangi mendapat gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional Berdasarkan SK Presiden RI No.590 tahun 1961 tanggal 5 November 1961 oleh Pemerintah RI. tahun 2017, wajah Sam juga abadi dalam pecahan uang Rupiah Rp 20 ribu.

Baca selengkapnya: Sam Ratulangi, Doktor Matematika Pemberi Nama ‘Indonesia’

Arie Lasut 

Arie Frederik Lasut lahir pada tanggal 6 Juli 1918 di Kapataran, Lembean Timur Kabupaten Minahasa.

Dia merupakan ahli dalam pertambangan dan geologi. Keahliannya tersebut membuatnya menjadi rebutan Belanda dan Jepang.

Lasut bersama-sama dengan rekannya di Chisitsu Chosasho yaitu R. Sunu Sumosusastro, Raden Ali Tirtosuwiryo dan Sjamsu M. Bahrum.

Pada tanggal 28 September 1945 mereka memimpin pengambil alihan Jawatan Geologi tersebut dari pihak Jepang secara damai.

Setelah penyerahan oleh pihak Jepang, kantor jawatan tersebut namanya berubah menjadi Pusat Jawatan Tambang dan Geologi.

A. F. Lasut mendapat gelar Pahlawan Pembela Kemerdekaan pada tanggal 20 Mei 1969, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 012/TK/TAHUN 1969.

Baca Selengkapnya: Arie Lasut, Ahli Geologi Rebutan Jepang dan Belanda

Maria Walanda Maramis 

Maria Josephine Catherine Maramis, lebih familiar dengan Maria Walanda Maramis. Nama Walanda bertambah usai dia menikah dengan Joseph Frederick Caselung Walanda, guru bahasa pada tahun 1890.

Dia lahir pada tanggal 1 Desember 1872, dari pasangan Maramis dan Sarah Rotinsulu. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Maramis adalah pendiri Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT), tanggal 8 Juli 1917.  Maria Walanda Maramis mendapat gelar Pahlawan Pergerakan Nasional tanggal 20 Mei 1969. (Baca halaman berikut)

Baca selengkapnya: Maria Maramis, Pendiri PIKAT yang Angkat Harkat Wanita

Piere Tendean 

Pierre Andreas Tendean lahir 21 Februari 1939 di Batavia dari  pasangan Dr. A.L Tendean dan Cornet M.E berdarah Perancis.

Tendean dan enam jenderal lain tewas dalam sebuah sumur tua yang kelak dikenal sebagai sumur lubang buaya. Pierre gugur demi membela tanah air, Republik Indonesia.

Dia bersama keenam perwira lainnya yakni Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan dan Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Putra kawanua ini bersama sejumlah jenderal gugur demi membela tanah air, Republik Indonesia dalam pemberontakan G/ 30 S /PKI.

Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965 berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 111/KOTI/Tahun 1965.

Baca Selengkapnya: Pierre Tendean, si Ganteng yang Bernyali Besar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *