Observasi FKM Unsrat Berimbas Peningkatan Produktivitas Nelayan

F. G. Tangkudung
10 Sep 2017 00:56
Berita 0 1066
2 menit membaca

Kesehatan masyarakat menjadi kunci kemajuan suatu desa. Hal itu sangat disadari Fakuktas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi Manado dalam menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi di Sulawesi Utara.

Sabtu (9/9/2017), aksi nyata dilakukan Mahasiswa semester satu FKM Unsrat lewat kegiatan observasi penyakit menular diare, di Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya penyakit diare terhadap masyarakat setempat. Selain itu, mahasiswa baru tersebut melakukan uji sampel dengan mengunjungi rumah warga dan melakukan metode wawancara.

Dalam observasi yang dilakukan, didapati banyak rumah yang fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) kurang memenuhi syarat sehingga rentan terkena wabah diare sangat tinggi.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, terungkap beberapa warga belum mengetahui detail tentang penyakit diare tersebut serta bahaya yang ditimbulkan. Padahal, jika terkena diare masyarakat setempat yang menggantungkan hidup lewat hasil laut, tak bisa mendapatkan penghasilan.

Diketahui, Desa Atep Oki adalah desa yang pemukimannya berada di pesisir pantai. Sembilan puluh persen warganya bekerja sebagai nelayan, sementara sisanya berkebun menggunakan tanah yang ada.

“Kegiatan yang kami lakukan bertujuan memberikan penjelasan kepada warga tentang bahayanya diare, cara menularnya dan cara mencegah penyakit mematikan ini. Selain memang tugas dari dosen, kami ingin turun langsung ke masyarakat untuk mengaplikasikan bidang ilmu kami,” kata Tifani, salah satu mahasiswa.

Aksi mulia ini mendapat respon dari apresiasi masyarakat dan pemerintah setempat.

Sekretaris Desa Atep Oki, Marlon Rumambi kepada manadopedia mengatakan, kegiatan ini tentunya berdampak langsung kepada kenaikan tingkat ekonomi di masyarakat.

“Tentunya sebagai pemerintah dan mewakili masyarakat Desa Atep Oki, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa yang turun berinteraksi dengan masyarakat, mensosialisasikan bahaya penyakit diare,” kata Rumambi saat mengundang mahasiswa FKM Unsrat dalam jamuan makan.

Lanjut dia, kini masyarakat makin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan dan makanan.

“Jika masyarakat sehat, tentunya kerja bisa optimal dan meningkatkan ekonomi keluarga dan desa. Semoga apa yang dilakukan ke depan bisa membawa kemajuan untuk desa ini.  Terima kasih untuk para mahasiswa yang telah datang ke desa kami,” tutur Rumambi.

Para mahasiswa ini juga memberikan bingkisan kepada Desa Atep Oki sebagai ucapan terima kasih karena sudah diterima dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Penulis: Manuel Fredrik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *