Murid Pukul Guru Hingga Tewas, Ini Fakta yang Terungkap

F. G. Tangkudung
3 Feb 2018 00:49
Berita 0 613
2 menit membaca

Seorang murid SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura tega menganiaya gurunya hingga tewas, Kamis (1/2/2018).

Ahmad Budi Cahyono, seorang guru kesenian tewas setelah mendapat pukulan dari siswanya, MH.

Dari keterangan polisi, pelaku memukul korban saat proses belajar mengajar tengah berlangsung. Saat itu pelaku tak terima dirinya ditegur guru, meski mengganggu siswa yang lain.

Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari kejadian yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia tersebut.

  1. Ahmad Budi Cahyono ternyata merupakan guru idola para siswa. Dirinya yang berparas tampan dan pandai memainkan sejumlah alat musik, membuat dirinya menjadi guru favorit para siswa di sekolah.
  2. Muncul dua versi kronologis pemukulan dalam kelas. Yang pertama dan banyak beredar, pelaku dikatakan tengah tertidur dalam kelas dan dibangunkan korban dengan mengusapkan cat warna ke pipi pelaku. Tak terima pelaku kemudian memukul korban. Namun menurut pihak kepolisian, pelaku ditegur ketika menggangu teman-temannya saat pelajaran berlangsung.
  3. Kejadian terjadi pada saat jam terakhir pelajaran atau sekitar pukul 13.00 WIB. Usai dilerai para siswa, keduanya dibawa ke ruang kepala sekolah. Namun korban pulang duluan. Beredar juga kabar pelaku sempat mencegat korban saat pulang. Korban yang sampai di rumah, kemudian mengeluh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Korban kemudian meninggal sekitar pukul 21.40 WIB. Korban disebut meninggal akibat Mati Batang Otak.
  4. Guru Ahmad Budi Cahyono ternyata masih berstatus guru honorer dan menerima upah kisaran Rp 600 ribu.
  5. Istri korban Ahmad Budi Cahyono kini tengah mengandung 5 bulan.
  6. Jenazah Ahmad Budi Cahyono dimakamkan di pemakaman umum Desa Tanggumung, Kecamatan Kota Pamekasan, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (2/2/2018). Jenazahnya diantar ribuan orang termasuk para siswa korban.
  7. Dalam IG, korban terakhir mengunggah video music yang dimainkan bersama grupnya berjudul Sendja Djiwa tanggal 3 Januari 2018. Dalam lagu tersebut ada lirik, “Satu, satu pergi…. satu, satu hilang….”
  8. Forum Honorer Kategori Dua (K2) Kabupaten Sumenep melaksanakan Salat gaib dan penggalangan dana untuk korban sebagai aksi solidaritas. Mereka mengecam perbuatan siswa yang tega memukul gurunya hingga tewas.
  9. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menurunkan tim untuk menyelidiki kasus tesebut.
  10. Pelaku kini menjalani pemeriksaan di Polres Sampang. Namun menurut pihak kepolisian, jika tak kondusif, kasus ini akan ditarik ke Polda Jawa Timur.

Penulis: Efge Tangkudung

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *