Massie Sebut 77,5 Persen Pemilih di Pilgub Mustahil

F. G. Tangkudung
20 Nov 2020 10:56
Berita 0 61
2 menit membaca


Target Kemendagri untuk partisipasi pemilih dalam Pilgub dan Pilkada 2020 yang mencapai 77,5 persen sangat sulit tercapai.

Baca: Benny Mamoto, Jenderal Kalem dengan Sejuta Kisah Inspiratif

Pengamat Politik Political & Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyebut target ini mustahil untuk tercapai.

Target ini menurutnya sangat sulit apalagi Pilkada 2020 berlangsung dalam situasi pandemi Covid19.

“Partisipasi 77,5 persen itu sangat tinggi, dan saya bilang mustahil untuk tercapai,” katanya.

Target tersebut menurutnya hanya ukuran Kementrian Dalam Negeri tanpa melihat situasi lain.

“Itu mungkin target Kemendagri tanpa menghitung kondisi saat ini,” ujarnya lagi.

Massie bahkan menilai Pilkada yang berlangsung dalam situasi pandemi membuat masyarakat enggan keluar rumah.

“Kalau kasus positif Covid19 terus meningkat, saya rasa banyak pemilih yang tidak akan mencoblos karena tak mau berada di banyak orang,” jelasnya.

Kata dia, partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 tidak akan sama dengan saat ini.

“Pada Pilkada 2020 partisipasi pasti turun bila membandingkannya dengan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019,” tambahnya.

Jika melihat kebelakang, Massie mengatakan saat pemerintah menargetkan pemilih di angka 75 persen, tapi kenyataan cuma 73 persen.

Dia pun menjelaskan, target realistis yang bisa dicapai adalah di poin 60-70 persen.

“Tatget paling tinggi hanya kisaran 70 persen. Karena masyarakat saat ini fokus pada masalah ekonomi ketimbang bicara politik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menargetkan parisipasi pemilih pada Pilkada 2020 capai 77,5 persen.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintah Umum Kemendagri, Bahtiar bahkan optimis target tersebut dapat tercapai.

“Ini memilih pemimpin luar biasa bukan pemimpin biasa. Memilih pemimpin yang bisa mengatur dan mengelola daerah,” katanya di Jakarta.

Dia menyebut saat situasi pandemi, animo masyarakat untuk memilih pemimpin sangatlah tinggi.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Mereka ingin pemimpin yang bisa mengelola ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari menyebut keputusan pemerintah untuk menjadikan 9 Desember sebagai libur nasional sangatlah tepat.

“Libur nasional saat pencoblosan pasti dipastikan meningkatkan partisipasi masyarakat,” katanya.

Hal tersebut menurutnya membuat masyarakat lebih antusias memilih, ketimbang hanya berdiam diri di rumah.

Bahtiar mengimbau masyarakat yang terdaftar di DPT untuk bisa luangkan waktu datang ke TPS.

“Kalau tidak memilih akan menyesal lima tahun kedepan,” tutupnya.(ath)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *