Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedy Prasetyo menyebut korban tewas double O dalam bentrok di Sorong menjadi 9 orang.
Baca : Bentrokan Depan Karaoke Double O, 7 Tewas 15 Hilang
“Sudah 19 korban, 1 tewas dalam bentrok dan 18 lainnya ditemukan dalam tempat karaoke yang terbakar,” kata Dedy di Jakarta, Selasa (25/1/2022) siang.
Sebelumnya, Senin (24/1/2022) malam terjadi bentrok dua kelompok massa di Kota Sorong, Papua Barat.
Bentrokan bermula dari kedua kubu saling serang dan mereka memblokade jalan
.Salah satu Tempat Hiburan Malam (THM)yaitu Double O yang berada di kawasan Sungai Maruni menjadi sasaran massa.
Mereka melakukan pembakaran terhadap tempat karaoke tersebut.
Akibatnya hingga kini sudah 18 orang tewas karena terjebak dalam bentrokan tersebut.
Hingga siang Polisi masih melakukan olah TKP, dan mencari tahu penyebab terjadinya bentrokan hebat tersebut.
Petugas Polisi dari Brimob Detasemen B Sorong dan Polresta Sorong, melakukan penjagaan ketat di seputar lokasi kejadian.
Berdasar laporan pagi tadi total korban tewas berjumlah 7 orang, 6 karyawan Double O dan 1 anggota kelompok yang bertikai.
Polisi juga sudah mendapat informasi terdapat 15 karyawan Double O yang hilang, dan hingga pagi tadi keberadaan mereka belum ada kejelasan.
“Informasi tadi ada 15 teman kami yang belum diketahui nasib mereka, mungkin mereka terjebak di dalam,” tutur Meidy salah satu karyawan.
Dandim 1802/Sorong, Letkol Inf Tody Imansyah menyebut bahwa pihaknya masih sementara melakukan evakuasi jenazah dari dalam lokasi Double O.
“Kami sedang berusaha untuk mengevakuasi semua jenazah yang masih ada di dalam,” ujarnya.
Dari dalam tempat hiburan, tim kesehatan telah mengevakuasi 6 jenazah yang di duga karyawan dan tamu Double O.
Untuk mengantisipasi meluasnya terjadi bentrokan susulan, pihak keamanan memperketat penjagaan serta melakukan pendekatan kepada pihak yang bertikai.
“Situasi sudah kami kendalikan, polisi dan TNI terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh kedua kelompok yang bertikai,” kata Tody.
Sebelumnya, lokasi lahan berdirinya karaoke Double O di Jalan Sungai Maruni Km 10 Sorong menjadi sengketa dua pihak.
Pemilik lahan, Ferry Saputra dan PT Panca Indah Kurnia (PIK) menjadi pihak yang bersengketa, dan kini sedang bergulir di PN Sorong.
Baca juga: Berlaku di Manado, Beli Pertalite Wajib Pakai Aplikasi
Pemilik lahan Ferry Saputra melapor PT PIK, karena tidak membayar uang sewa lahan yang mereka gunakan.
Dugaan sengketa berawal dari pemilik lahan melakukan pinjaman ke bank, dengan menyertakan bangunan Double O sebagai agunan tanpa pemberitahuan.
(*/ath)