Jangan Ganggu Timnas Emas dengan Iklan Sosis

F. G. Tangkudung
17 Mei 2023 23:43
Sport 0 117
3 menit membaca

Timnas Indonesia U-22 berhasil mempersembahkan medali emas Sea Games Kamboja 2023 usai mengalahkan Thailand 5-2, Selasa (16/5/2023) di di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja.

Keberhasilan ini menuntaskan dahaga selama 32 tahun, setelah terakhir mendapat kalungan medali itu pada Sea Games 1991 Filipina.

Pada kesempatan kelima di Final Sea Games, barulah garuda muda berhasil menulis sejarah baru. Pada 1997, 2011, 2013, dan 2019 Indonesia harus menjadi pecundang dan mesti puas dengan medali perak.

Kemenangan 2023 tentu saja mendapat sambutan luar biasa publik sepakbola tanah air. Apalagi, ini adalah prestasi pertama dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak terpilih pada Februari 2023.

Semua memiliki asa yang sama, kini saatnya sepakbola Indonesia terbang ke level lebih tinggi. Minimal mengejar ketertinggalan dari kompetitor abadi, Thailand dan Vietnam.

Medali emas Sea Games ini bukan datang dari hasil yang instan. Ini adalah keberhasilan pembibitan dan perekrutan para penggawa timnas. Satu hal, yang mungkin agak kebetulan, takdir ini memang milik pelatih Indra Sjafri.

Sebenarnya, Indra sendiri bukan pelatih utama Timnas yang akan berlaga di Kamboja. Dia adalah Direktur Teknik PSSI juga sempat menjadi asisten pelatih utama, Shin Tae-yong.

Namun, karena Shin Tae-yong lebih fokus menangani Timnas U-20 yang seharusnya berlaga di ajang Piala Dunia Junior 2023, Indra Sjafri menjadi nakhoda timnas untuk Sea Games Kamboja.

Hasilnya, Indonesia tampil kesetanan di penyisihan grup. Mereka meraih empat kemenangan dengan lesakan 13 gol berbanding satu kebobolan. Filipina, Myanmar, Timor Leste dan Kamboja berturut-turut menjadi korbannya. Indonesia perkasa menjadi juara grup.

Pada babak semifinal, saingan utama sekaligus juara bertahan Sea Games, Vietnam menjadi korban selanjutnya. Vietnam harus rela, garuda muda menggagalkan misi mereka meraih hattrick medali emas Seagames. Indonesia unggul 3-2 lewat perjuangan dramatis.

Pada laga pamungkas, Indonesia menghadapi saingan berat yang lain, Thailand. Namun kali ini, Indonesia terlalu tangguh. Dengan drama enam kartu merah, Garuda muda tak tanggung-tanggung mematuk gajah putih. Hasilnya 5-2 untuk memastikan gelar penantian emas 32 tahun.

Satu catatan, kerangka timnas muda Indonesia memiliki prospek sangat cerah.

Dengan kombinasi sentuhan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri, timnas emas Indonesia nantinya layak bersaing di tingkat Asia.

Kini tinggal butuh polesan mental untuk mempertahankan performance di level atas. Jangan ada lagi mental sok merasa bintang. Menerima tawaran wawancara sana sini dan menjadi bintang iklan, namun melupakan hal substansial. Latihan, latihan dan latihan.

Euforia seperti ini pernah terjadi ketika Indonesia menjadi juara Pala AFF U19 tahun 2013. Kala itu muncul nama-nama Evan Dimas, Hansamu Yama, Ilham Udin Armaiyn,  Ravi Murdianto, Maldini Pali, Zulfiandi dan lainnya.

Lima tahun silam, Indonesia juga juara Piala AFF U-22 2019 dengan nama nama seperti Witan Sulaiman, Asnawi Mangkualam, Todd Rivaldo, Osvaldo Haay, Marinus Wanewar dan lainnya. Yang menarik, dua gelar tersebut juga datang dari pelatih yang sama, Indra Sjafri.

Dari sejumlah nama dua tim juara itu, praktis tinggal beberapa yang kini masih kerap menggunakan kaus merah berlogo garuda. Lainnya entah bagaimana nasibnya.

Kini, Erick Thohir bersama gerbongnya, tentu sudah punya program jangka panjang untuk timnas emas ini. Dengan sedikit tambalan dari beberapa senior, bukan tidak mungkin Indonesia akan berbicara banyak di Asia lima tahun mendatang.

Nama-nama seperti Bagas Kaffa, Pratama Arhan, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Ramadhan Sananta dan lainnya adalah generasi emas sepakbola Indonesia.

Sekali lagi, ini soal mempertahankan tim. Degradasi dan promosi pemain secara fair sekaligus menjaga semangat dan finansial anggota tim.

Baca: Thailand Juara AFF, Tamparan Telak untuk Indonesia

Tak boleh lagi, karena iklan sosis atau lainnya, rusak masa depan sepakbola Indonesia.(BangKipot).

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *