James Lockdown Mitra, Natal dan Tahun Baru di Rumah

F. G. Tangkudung
18 Des 2020 23:08
Berita 0 61
2 menit membaca

“Kalau saya putuskan misalnya kita memutuskan lockdown Mitra, kita jangan lagi bermimpi soal Natal dan Tahun baru di Gereja,” jelasnya.

Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, James Sumendap mengumumkan segera melakukan lockdown Minahasa Tenggara.

“Mulai 21 Desember Kabupaten Mitra akan saya lockdown,” kata Sumendap melalui video dari Kota Makassar, Jumat (18/12/2020).

Baca: Alfa-Indo masuk Mitra, Sumendap Jilat Ludah Sendiri

Dalam video yang dirilis, Sumendap menyebut penutupan pintu-pintu masuk Kabupaten Mitra, akan berlaku seperti pada Bulan Maret dan Juli lalu.

“Orang masuk keluar Minahasa Tenggara harus ada surat jalan. Dia keluar untuk siapa, dan masuk Mitra untuk siapa dan apa.”

“Kalau dia tidak ada kepentingan kita akan kembalikan dia,” sebut Sumendap.

Lanjut Bupati, pemberlakuan ini tidak berlaku terhadap keluarga yang akan menghadiri duka, itupun hanya keluarga bukan saudara.

“Kecuali misalnya ada duka yang harus hadir anaknya, adiknya atau kakaknya, kalau cuma saudara akan kita kembalikan,” tambahnya.

Dia juga meminta pemuka-pemuka agama seperti pendeta dan Imam-Imam serta Gugus Tugas Covid19 di Minahasa Tenggara, untuk bersama-sama memutuskan lockdown ini secara bijak.

“Kalau saya putuskan hari ini, misalnya kita bersama memutuskan lockdown Mitra, kita jangan lagi bermimpi soal Natal dan Tahun baru di Gereja,” jelasnya.

Lebih jauh kata dia, warga Mitra harus punya kesadaran bersama bahwa Covid19 sudah ada di sekitar kita semua.

“Saya minta kesadaran dari teman-teman semua, bila perlu semua aktivitas pemerintahan di Mitra kita tutup,” katanya lagi.

Tambah Sumendap, dia akan segera mengambil keputusan secara bijak , apabila forkompinda, tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa duduk bersama.

“Yang penting sepakat bersama, secara bijak kita akan mengambil keputusan ini.”

“Saya ambil kutipan Kapolda Metro Jaya, bahwa ini adalah operasi kemanusiaan yang harus kita selamatkan,” jelasnya.

Sumendap juga menyebut, sebaga Bupati Minahasa Tenggara semua risiko dan akibat keputusan itu akan menjadi tanggungjawabnya.

“Segala risiko konsekuensi yang timbul dari akibat kondisi ini yang paling bertanggung jawab adalah Bupati. Saya akan ambil resiko itu demi keselamatan rakyat Kabupaten Minahasa Tenggara dan kita semua,” pungkasnya.

Sekadar informasi, kasus positif Covid19 di Kabupaten Minahasa Tenggara naik secara drastis dalam sepekan terakhir.

Data Gugus Tugas Covid19 Provinsi Sulawesi Utara mencatat, dalam 4 hari saja angka positif Covid19 di Mitra mencapai 56 kasus.

Sementara angka tertinggi kasus positif di Mitra terjadi pada tanggal 16 Desember dengan angka 31 kasus dan 18 Desember dengan penambahan 21 kasus baru.

(*/oka)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *