Ian Nepo Vs Ding Liren, Duel Juara Cunia Catur

F. G. Tangkudung
8 Apr 2023 11:56
Sport 0 31
4 menit membaca

Partai Kejuraan Dunia Catur FIDE 2023 antara Ian Nepo Vs Ding Liren resmi bergulir, Jumat (7/4/2023) di Astana, Kazakhstan.

Upacara pembukaan yang begitu meriah menandai momen awal pertarungan panjang dua pecatur terbaik dunia tersebut. Dalam pengundian, Ian Nepomniachtchi (Rusia) akan memegang buah putih pada game pertama.

Pertunjukan yang menghadirkan perpaduan musik, balet, sulap dan teknologi menjadikan panggung duel juara dunia catur yang baru makin glamor.

Duel partai penentu gelar juara dunia catur tak terbantahkan ini akan berlangsung 14 ronde. Keduanya akan berebut minimal 7,5 poin untuk menjadi juara dunia baru. Permainan menggunakan format catur klasik, 120 menit untuk 40 langkah pertama. Ada tambahan 60 menit setelahnya, plus 15 menit di langkah 60.

Jika masih imbang, pertandingan akan berlanjut dengan catur cepat 25 menit (inc 10s) empat babak. Kalau masih imbang, penentuan gelar juara akan berakhir lewat duel catur kilat.

Game pertama akan berlangsung di St. Regis Hotel Astana, Kazakhstan, Minggu (9/4/2023) pukul 15.00 waktu setempat.

Duel Ian Nepo Vs Ding Liren juga menandai era Magnus Carlen sebagai pecatur terbaik sepanjang masa.

Meski masih berstatus pemain aktif, kehilangan gelar sebagai pecatur klasik terbaik, membuatnya Magnus Carlsen tak lagi istimewa. Memang, Carlsen masih memegang gelar juara dunia Catur Cepat dan Juara Dunia Catur Kilat 2023.

Ada yang menyebut Carlsen menanggalkan mahkota juara dunia catur klasik karena tak lagi termotivasi. Bahkan, niat ini (katanya) sudah ada sejak duelnya melawan Fabiano Caruana.

Sebuah alasan yang membuat sebagian orang terbahak-bahak.

Mari selami lebih dalam. Carlsen meraih gelar juara dunia pada 2013 setelah mengalahkan Vishy Anand (India), 6,5-3,5.

Dia menjadi penantang Anand setelah merajai turnamen kandidat setahun sebelumnya. Dia mengangkangi Vladimir Kramnik (Rusia), Peter Svidler (Rusia), Levon Aronian (Armenia), Boris Gelfand (Israel), Alexander Grischuk (Rusia), Vasyl Ivanchuk (Ukraina) dan Teimour Radjabov (Azerbaijan).

Pada tahun 2014, Vishy Anand kembali memainkan revans melawan Carlsen namun kembali takluk 6,5-4,5.

Tahun 2016, Carlsen melawan penantang baru, Sergey Karjakin (Rusia). Karjakin menjadi juara turnamen kandidat 2015 usai memimpin atas Fabiano Caruana (USA), Viswanathan Anand (India), Peter Svidler (Rusia), Levon Aronian (Armenia), Anish Giri (Belanda), Hikaru Nakamura (USA) dan Veselin Topalov (Bulgaria).

Hasilnya, Carlsen baru bisa menang atas Karjakin di tie break catur cepat. Pada 12 babak catur klasik, Magnus Carlsen dan Sergey Karjakin  imbang 6-6 dengan sama-sama menelan sekali kekalahan.

Pada tahun 2018, saat melawan Fabiano Caruana hasilnya sama. Carlsen juga baru bisa mengalahkan Fabi di babak tie break catur cepat. Magnus Carlsen dan Fabiano Caruana berbagi poin sama lewat 12 partai remis di babak catur klasik.

Terlepas dari itu, semua pihak harus menghargai keputusan dan alasan Magnus Carlsen. Mungkin juga satu waktu nanti, Carlsen akan menyesali keputusannya itu.

Tanya saja bagaiman perasaan Anatoly Karpov ketika melepas gelar juara dunia tahun 1998.

Perlahan namun pasti, nama Magnus Carlsen akan memudar setelah muncul juara dunia baru 2023. Rasa respek dan segan lawan serta karisma Carlsen akan jauh berbeda ketika masih menyandang gelar juara dunia. Bagi para atlit, teori ini sudah menjadi rahasia baku.

Entah menjadi penegas argumen itu, penampilan Magnus Carlsen di turnamen Champions Chess Tour Chessable Masters 2023 Divisi I sehari sebelum upacara pembukaan kejuaraan dunia, mulai memberi bukti.

Magnus Carlsen tak lagi superior. Vladislav Artemiev menggebuk Carlsen dengan tiga kali kekalahan. Akibatnya Carlsen terlempar ke bracket pecundang.

Usai mendapat pelajaran dari Artemiev, Carlsen kembali merasakan bogem mentah Hikaru Nakamura yang membuatnya gagal melaju ke final, belakangan Carlsen menggunakan alasan mouse slip.

Kini sudah saatnya melupakan Magnus Carlsen, sekarang bersiaplah menyambut juara dunia baru pengganti Carlsen. Mungkin pernyataan Garry Kasparov jika pertarungan Ian Nepo Vs Ding Liren kehilangan prestise, karena tanpa melibatkan pecatur terbaik dunia (Carlsen) ada benarnya.

Baca: Daftar Juara Dunia Catur Wanita, China Geser Dominasi Rusia

Namun, show must go on, pertunjukan harus tetap berlangsung, juara dunia berikut segera lahir. Sama halnya ketika waktu menjawab, jika Garry Kasparov bukan lagi pecatur terbaik dunia. (BangKipot)