HUT Manado, Masalah Klasik Jadi Prioritas

F. G. Tangkudung
15 Jul 2021 08:41
Berita 0 65
2 menit membaca

14 Juli 2021 Kota Manado merayakan HUT ke 398. Usia yang tidak muda lagi bagi ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini.

Dalam momentum HUT Kota Manado di Lapangan Sparta Tikala, Walikota menjelaskan makna dari lambang Kota Manado.

Baca : Aktivitas di Manado Hanya Sampai Jam 8 Malam

Menariknya, Angouw menyebut lambang ini memberi makna Sitou Timou Tumou Tou yang artinya kita memanusiakan orang lain, manusia ada untuk memanusiakan yang lain.

“Sitou Timou Tumou Tou ini seperti falsafah negara Indonesia, bisa artinya gotong royong,” jelas walikota.

Sementara itu, ketika hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kota Manado, Walikota Manado Andrei Angouw mengingatkan untuk bersama-sama merubah Kota Manado.

Angouw menyebut ada tiga poin penting yang saat ini diseriusi oleh pemerintah kota, dan itu harus mendapat sokongan seluruh warga.

“Ada masalah pelik yang harus segera kita tuntaskan bersama. Masalah sampah, banjir dan pandemi Covid19,” kata walikota di Gedung DPRD Manado.

Lanjut Angouw, Pemkot Manado saat ini terus melakukan langkah-langkah strategis dalam penanganan penyebaran Covid19.

“Penanganan Covid19 sangat penting, mari kita sukseskan vaksinasi yang sementara berjalan. Mari kita bangun kesadaran warga untuk ikut vaksinasi,” jelas Angouw.

Selain itu, menurutnya pemkot terus bergerak dalam mengatasai masalah sampah, memperbaiki infrastruktur dan mengendalikan banjir yang terus menghantui.

Walikota juga mengajak masyarakat menjadikan momen HUT Kota Manado sebagai awal semangat, untuk bergotong royong bersatu membawa Manado maju dan sejahtera.

Pada bagian lain, pemerahit kebijakan publik Anta Tarigan mengapresiasi kerja keras pemerintahan AA-RS yang ingin merubah Kota Manado.

Lebih dalam Anta menjelaskan, masalah klasik Kota Manado tak mudah untuk diselesaikan oleh pemerintah sekarang.

“Masalah sampah dan banjir merupakan masalah klasik sejak 10 tahun lalu yang sulit teratasi hingga sekarang,” kata Anta.

Menurutnya, butuh kerjasama dan kesadaran masyarakat dalam mendukung pemerintah kota, terutama mengatasi sampah dan sukseskan vaksinasi.

Apalagi saat ini PR Pemkot bertambah dengan adanya pandemi Covid19, yang penularannya saat ini semakin tak terkendali.

Baca juga: Puan dan Airlangga Perang Baliho di Manado

“Sebagai masyarakat mari kita sama-sama membantu pemerintah terutama dalam mengatasi masalah sampah,” ujar alumnus Universitas Sam Ratulangi ini.

(oka)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *