Harga Minyak Goreng di Manado Tembus Rp20 Ribu

F. G. Tangkudung
11 Des 2021 20:45
Berita 0 22
2 menit membaca

Dua minggu jelang perayaan  Natal, harga jual minyak goreng di Kota Manado terus mengalami kenaikan.

Baca : APPSI Tolak Penguasaan Pasar Winenet

Beberapa pasar tradisional seperti Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan, harga minyak sudah mengalami kenaikan selang seminggu ini.

Terpantau pada pasar tradisional, Sabtu (11/12/2021), harga jual minyak 1 liter menembus harga Rp19-20 ribu.

Untuk harga kemasan 500 mililiter atau setengaah liter, harga jualnya tembus angka Rp11-12 ribu.

Kenaikan harga jual ini juga terjadi di pasar modern dan swalayan.

Satu liter minyak goreng berbanderol Rp18 ribu, dan untuk merek terkenal harganya jauh lebih mahal.

Pedagang mengaku kenaikan harga berawal dari kurangnya stok dan naiknya harga dari penyalur di Manado.

“Harga yang kita dapat dari distributor memang sudah naik, jadi harga jual juga otomatis naik,” kata Sulastri, penjual eceran di Pasar Bersehati.

Menurut para pedagang lainnya, harga eceran dari penyalur sudah sejak awal Bulan Desember lalu.

“Awal bulan ini harga ambil sudah naik, kemarin harganya ada kenaikan lagi,” ujar Sawir pedagang lainnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebut, harga minyak goreng memang naik hingga akhir tahun nanti.

Naiknya harga ini dipicu oleh naiknya harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil-CPO).

“Kenaikan ini karena nilai jual kelapa sawit mentah naik, ini memicu kenaikan minyak goreng,” kata Mendag di Jakarta.

Sementara itu, kenaikan minyak goreng terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengatakan kenaikan harga minyak goreng terus terjadi hingga awal tahun 2022.

“Saya bisa pastikan harga CPO masih tinggi hingga tahun depan, itu berarti harga minyak goreng akan terus tinggi,” katanya, Jumat (10/12/2021).

Untuk menekan harga, Kemendag saat ini telah menyalurkan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14 ribu per liter.

 Hal ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Natal dan tahun baru.

“Sudah kami salurkan ke 18 provinsi dengan realisasi sekitar 20,9 persen atau setara 2,3 juta liter,” ujar Nurwan.

(*/ath)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *