Gempa Majene: 35 Meninggal, Risma Langsung ke Lokasi

F. G. Tangkudung
15 Jan 2021 19:59
Berita 0 93
2 menit membaca

Gempa bumi dahsyat yang berkekuatan 6,2 SR mengguncang Kota Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/01/2021) pukul 02.28 WITA dini hari.

Akibat gempa bumi tersebut, ratusan bangunan seperti rumah warga, hotel, pertokoan dan perkantoran rusak parah.

Baca: Artis Sulut Kumpul Sumbangan untuk Korban Gempa

Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, tercatat 35 warga dinyatakan tewas, kemudian 600 warga lainnya luka-luka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebut data yang diterima BNPB pukul 11.00 Wita terdapat ratusan warga terluka.

“Data yang kami terima ada 937 warga terluka, dan 15 ribu warga mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.

Data BNPB juga mencatat ada 62 rumah rusak, 1 Kantor Danramil dan puskemas juga rusak, sedangkan ada 3 titik yang longsor.

Gempa juga mengakibatkan akses jalan darat dari Mamuju ke Majene terputus. Sebagian jalan tertinbun material tanah dan bebatuan besar.

Tim SAR juga masih terus mencari warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk.

BNPB tetap melakukan monitoring terkait perkembangan di Majene. Basarnas/BNPP, BPBD, TNI/Polri dan sukarelawan terus melakukan upaya evakuasi dan bantuan.

BPBD juga segera menyalurkan bantuan untuk kebutuhan warga yang mengungsi seperti, tenda, terpal, pelayanan medis, tikar, alat komunikasi, masker dan makanan siap saji.

BNPB telah mengirimkan bantuan penanganan bencana di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene sejak pagi hari.

Bantuan yang tersalur berupa 10 set tenda pengungsi, 8 set tenda isolasi, 2.004 makanan siap saji.

Kemudian ada 2.004 paket makanan tambahan gizi, 1.002 paket lauk pauk, 700 pak kie sagu.

Lalu 30 unit genset 5 KVA, 700 lembar selimut, 5 unit light power, 200 unit velbed, 500 ribu buah masker dan 500 paket perlengkapan bayi.

Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan kepala BNPD Doni Monardo untuk segera terbang ke lokasi.

“Tadi Presiden sudah menyuruh Kepala BNPD dan Mensos untuk segera ke Majene,” pungkasnya.

Sementara itu, akibat gempa berkekuatan 6,2 SR tersebut, kantor Gubernur Sulwaesi Barat di Mamuju roboh.

Kerusakan parah juga terjadi di sebuah hotel dan rumah sakit. Enam orang terdata tertimbun puing-puing rumah sakit yang roboh.

Sebelum terjadi gempa 6,2 SR, BMKG juga mencatat terjadi gempa sebelumnya pada Kamis malam berkekuatan 5,9 SR.

Warga yang tinggal di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sulewesi Selatan juga turut merasakan gempa bumi tersebut.

(*/nid/ath)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *