Freeport Sumbang Rp45 Miliar ke Kas Negara

F. G. Tangkudung
7 Jan 2021 01:06
Berita 0 102
2 menit membaca

Memasuk awal tahun 2021, PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah menyumbangkan Rp45 miliar dana segar ke kas negara.

Ini berkat kegiatan ekspor konsentrat tembaga dan mineral ikutannya sebanyak 22.000 wmt (wet metric ton), ke Huelva, Spanyol.

Baca: Siapa Tony Wenas, Dirut Freeport? ini Profilnya

Kepala Bea Cukai Timika, I Made Aryana menyebut, melalui ekspor konsentrat ini, Freeport Indonesia telah menyumbangkan penerimaan negara sebanyak Rp45 miliar.

Pemasukan ini terdiri dari penerimaan bea keluar sebesar Rp33,98 miliar, dan PPh 22 Ekspor Rp11,03 miliar.

“Ada penerimaan negara sebesar Rp45 miliar, dari penjualan kosentrat PT Freeport ke Spanyol pada awal tahun ini,” katanya di Timika, Rabu (6/1/2021).

Kata dia, tahun ini diharapkan produksi konsentrat tembaga bisa meningkat, sehingga ada peningkatan pemasukan ke negara melalui bea cukai.

“Bila terjadi penambahan volume kuota ekspor kosentrat, maka akan berbanding lurus dengan penerimaan negara melalui bea cukai di tahun 2021 ini,” imbuhnya.

Lebih jauh Made menjelaskan, pada tahun 2020 kemarin, Bea Cukai Timika memberikan kontribusi tertinggi bagi pemasukan bea se Indonesia.

“Tahun 2020, kantor Bea Cukai Timika menyetor pemungutan bea keluar tertinggi di seluruh Indonesia. Itu mencapai setengah total penerimaan Bea Keluar se Indonesia,” jelas dia.

Lanjut dia, per tanggal 31 Desember 2020, Bea Cukai Timika berhasil menambah saldo penerimaan negara sebesar Rp1,84 triliun.

Itu berasal dari pungutan bea masuk yang nilainya sebesar Rp104,61 miliar.

Lalu, bea keluar sebesar Rp1,72 triliun dan penerimaan pabean lainnya senilai Rp12 miliar.

“Jadi tahun 2020 Bea Cukai Timika menyumbangkan Rp1,84 triliun ke kas negara.”

“Namun adanya restistusi per tanggal 8 Desember 2020 sebesar Rp55 Miliar, Total penerimaan menyusut menjadi Rp1,79 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, PT Inalum memproyeksikan tahun 2021 puncak pendapatan finansial PT Freeport yang bisa menyentuh angka USD9,121 miliar atau setara Rp133,2 triliun.

Sedangkan, pendapatan finansial PT Freeport tetap stabil hingga 2034, yakni rata-rata USD7 miliar per tahun.

PT Inalum juga memproyeksikan setelah tahun 2034, pendapatan Freeport akan menurun hingga akhir konsesi pada tahun 2041, sebesar USD855 juta.

(*/nid/ath)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *