Eko Yuli Cetak Sejarah tapi Minta Maaf

F. G. Tangkudung
25 Jul 2021 23:37
Berita 0 98
3 menit membaca

Eko Yuli cetak sejarah sebagai lifter Indonesia yang berhasil meraih medali dalam empat kali keikutsertaannya di pesta olahraga sedunia ini.

Kontingen Indonesia kembali meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020, Minggu, (25/7/2021).

Lifter putra andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan sukses mempersembahkan medali perak di cabang angkat besi kelas 61kg putra. Ini adalah medali kedua untuk Indonesia.

Eko pemegang rekor dunia di angkatan clean and jerk (174kg), sukses meraih angkatan total 302kg.

Bertanding di Tokyo International Forum, Eko mencatat angkatan 137kg di snatch dan 165kg di clean and jerk. Dia kalah dari Fabin LI asal China yang sukses meraih total angkatan 313kg.

Baca: Windy Cantika Buat Merah Putih Mengangkasa

Keberhasilan Eko meraih medali perak, menambah catatan kesuksesan Eko. Dia meraih medali di empat olimpiade berturut-turut (perunggu di 2008, 2012, dan perak di 2016, 2020).

Eko Yuli cetak sejarah sebagai lifter Indonesia yang berhasil meraih medali dalam empat kali keikutsertaannya di pesta olahraga sedunia ini.

Meski begitu, Eko menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dia kecewa belum bisa membawa pulang medali emas.

“Maaf untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya belum bisa meraih medali emas,” katanya.

Sementara itu masih di venue yang sama, Deni yang turun di kelas 67kg putra gagal meraih hasil maksimal. Dia hanya mampu menempati posisi 9 dengan total angkatan 301.

Hasil jauh dari total angkatan Lijun Chen (China) yang meraih medali emas dengan total angkatan 332kg.

Beralih ke lapangan bulutangkis, tiga pebulutangkis Indonesia sukses melanjutkan tren kemenangan di babak penyisihan. Di sektor tunggal putri penyisihan Grup M, Gregoria Mariska Tunjung berhasil mengalahkan Thuzar Thet Htar (Myanmar) 21-11, 21-8.

Di nomor ganda campuran, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti sukses meraih kemenangan keduanya di penyisihan Grup C.

Praveen dan Melati menaklukkan pasangan asal Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje 24-22, 21-19. Sehari sebelumnya Praveen/Melati meraih kemenangan atas Simon Leung/Gronya Sumerville (Australia) 20-22, 21-17 dan 21-13.

Pasangan ini akan melakoni pertandingan terakhir di Grup C melawan pasangan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), untuk memastikan juara grup pada Senin, 26 Juli 2021.

Masih di venue yang sama, Musashino Forest Sport Plaza BDM, Tokyo, Anthony Ginting yang turun di nomor tunggal putra penyisihan Grup J, sukses mengatasi perlawanan Gergely Krausz (Hungaria), 21-13 dan 21-8.

Kesuksesan menambah medali perak pada Minggu, 25 Juli 2021, menempatkan Indonesia di posisi 19 klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020. Dengan hasil 1 perak dan 1 perunggu, Indonesia sejajar dengan Brasil, Inggris, Serbia dan China Taipei.

Posisi 3 besar ditempati oleh China (6 emas, 1 perak, 4 perunggu), tuan rumah Jepang (5 emas, 1 perak), dan Amerika Serikat (4 emas, 2 perak, 4 perunggu).(Udaido)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *