Ding Liren Blunder, Ian Nepo Main Aman

F. G. Tangkudung
22 Apr 2023 15:00
Sport 0 108
3 menit membaca

Perebutan gelar juara dunia catur tak lama lagi berakhir. Pada game 8 dan 9 kedua pemain berbagi poin remis. Ding Liren Blunder sedangkan Ian Nepo terlihat bermain aman, demi mempertahankan keunggulan satu poinnya.

Pada game 8, Kamis (20/4/2023), Ding yang memegang buah putih coba bermain taktis dengan pembukaan d4. Nepo kembali memainkan pertahanan andalannya Nimzo Indian. Ding memilih Varian Samisch yang membuatnya memiliki penguasaan di petak pusat.

Ian Nepomniachtchi melakukan langkah kesalahan di langkah 22 ketika memilih bertukar gajah terangnya dengan kuda Ding Liren di petak e4. Praktis sejak itu, Ding sudah memiliki keunggulan sangat besar dan hampir pasti meraih kemenangan.

Ian Nepo sudah 99 persen kalah ketika kembali adu benteng di petak h8. Membuat Ding mendapat pion e5 dan bisa mengawal pion di lajur d untuk promosi.

Nepo sadar posisinya sudah kalah besar. Namun, pengalamannya membuat dia memainkan sebuah teror mental kepada Ding Liren. Menunggu lawan membuat sebuah kesalahan.

“Jika menang buat makin jelas, kalau kalah bikin lebih rumit” begitu kutipan terkenal Bruce Pandolfini.

Benar saja, langkah menteri ke petak h4 di langkah 31 melepaskan bentengnya di d8, membuat Ding Liren dilema. Kembali, buruknya manajemen waktu Ding Liren, membuatnya jatuh ke dalam jebakan ini.

Ding Liren Blunder sekaligus menunjukkan sisi manusianya.

Alih-alih mengambil benteng sebagai langkah kemenangan, dia memilih langkah blunder menggeser rajanya ke d1. Ding salah mengkalkulasi rencana Ian Nepo tersebut.

Padahal, raja Ding masih bisa bertahan menghindar dari skak abadi Ian Nepo. Selanjutnya, Ding kembali membuat blunder di langkah 37 ketika menempatkan gajah terangnya di petak f3 untuk mengancam kuda Nepo.

Tak hitung tiga, Nepo langsung melakukan pertukaran kuda dengan dua pion, termasuk pion yang hampir promosi. Paksaan pertukaran menteri akhirnya membuat posisi sepenuhnya imbang. Iang Nepo lolos dari kekalahan karena Ding Liren Blunder. Keduanya sepakat remis di langkah 45.

Pada game 9, Jumat (21/4/2023), gantian Ian yang memegang buah putih. Seperti biasa, Ian Nepo menggebrak lewat pembukaan Ruy Lopez. Ding meresponnya dengan pertahanan Berlin.

Pada langkah 26, Ian Nepo yang agak unggul posisi terlihat memilh bermain aman ketika memiliki kesempatan bertukar kualitas benteng dengan gajah.

Ian memilih makan gajah terang ketimbang benteng untuk menghindari  bahaya pion di lajur a dan b. Pertukaran menteri di langkah 32 praktis membuat permainan berakhir remis.

Ian Nepo yang masih unggul satu bidak, coba mencari celah kemenangan. Namun pada akhirnya di langkah 82, permainan berakhir remis ketika Ian tak kuasa menyelamatkan keunggulan pionnya dari terkaman kuda Ding.

Yang menarik, Ian Nepo percaya mitos keberuntungan dalam kejuaraan dunia kali ini. Ternyata sejak ronde tujuh, Ian selalu menggunakan baju yang sama dalam tiga pertandingan terakhir.

Hasilnya memang cukup fantastis. Dia berhasil menang dalam game tujuh dan bisa memaksa hasil remis meski sudah 99 persen kalah dalam game 8.

Game 10 akan berlangsung Minggu, (23/4/2023). Dengan sisa lima game, Ding tak bisa lagi terpeleset. Dia bahkan harus menang minimal sekali untuk kembali memaksakan hasil imbang.

Tentu saja itu sudah menjadi tekanan mental yang luar biasa bagi Ding. Memaksakan kemenangan dalam catur justru berisiko tinggi mengalami kekalahan.

Baca: Ian Nepomniachtchi Menang, Selangkah Menuju Juara Dunia

Tampaknya, jika Ding Liren tak bisa meraih kemenangan pada game 10, gelar juara dunia sudah 90 persen milik Ian Nepo. (BangKipot)