Air Mata Spinazzola, Alarm Bahaya Italia

F. G. Tangkudung
3 Jul 2021 17:18
Sport 0 57
3 menit membaca

Air mata Spinazzola bercucuran usai tahu dia tak bisa lagi melanjutkan turnamen empat tahunan itu.

Leonardo Spinazzola menjadi tumbal besar kemenangan Italia atas Belgia dalam Perempat final Piala Eropa 2020, Sabtu (3/7/2021).

Dalam pertandingan di Fussball Arena Munich, Jerman itu, Italia menang 2-1 atas generasi emas Belgia.

Baca: Prediksi Belgia Vs Italia, Piala Eropa 2020

Italia unggul dua gol lebih dulu lewat gol dari Nicolo Barella menit 31 dan Lorenzo Insigne menit 43.

Romelu Lukaku sempat membuka asa Belgia lewat gol penalti di penghujung babak pertama. Sayang selama babak kedua, tak ada lagi gol yang tercipta.

Kemenangan tersebut membuat Italia melaju ke babak 4 besar untuk menantang Spanyol, Rabu (7/7/2021).

Italia terus berada dalam trek yang benar untuk merengkuh gelar Eropa keduanya, semenjak tahun 1968.

Namun, Italia akan kehilangan amunisi terbaiknya usai bek kiri Spinazzola tumbang jelang akhir babak kedua.

Menit 79 jadi nestapa Italia, usai Leonardo Spinazzola terlihat berhenti mengejar bola dan mengisyaratkan untuk menggantinya. Dia langsung berbaring mengerang kesakitan.

Tak berapa lama, Air mata Spinazzola bercucuran usai tahu dia tak bisa lagi melanjutkan turnamen empat tahunan itu.

Spinazzola mengalami cedera tendon Achilles, jaringan yang menghubungkan tulang tumit dan otot betis. Cedera tesebut biasanya memakan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan tergantung tingkat keparahan.

Cedera Spinazzola langsung mengingatkan publik, kehilangan timnas Belgia atas cedera hamstring yang menimpa Eden Hazard. Akibatnya, Hazard hanya bisa menjadi penonton menyaksikan timnya tesingkir.

Kehilangan Spinazzola jelas menjadi alarm bahaya untuk Italia.

Apalagi lawan yang sudah menunggu di semifinal adalah pemegang tiga gelar juara Eropa, Spanyol.

Padahal, di sisi kanan Spanyol memiliki pemain seperti Ferran Torres, Gerard Moreno atau Pablo Sarabia. Apalagi dengan topangan pemain berpengalaman seperti Koke dan Cesar Azpilicueta.  

Cukup beralasan memang. Sejak pertandingan pertama, Leonardo Spinazzola selalu tampil luar biasa. Dia bahkan menjadi salah satu pemain terbaik Italia dalam turnamen ini.

Banyak gol Italia tercipta lewan umpan dan pergerakannya. Dia menjadi momok menakutkan sisi kanan pertahanan lawan.

Dia juga mampu mempertahankan kedalaman tim karena memiliki naluri bertahan yang sangat baik.

Kemungkinan, di sisa turnamen, pelatih Roberto Mancini akan mengisi pos bek kiri sepeninggal Spinazzola dengan bek Chelsea, Emerson.

Pertemuan kedua tim besar yang jadi kutub sepakbola, Italia Vs Spanyol, akan menjadi petaruhan Mancini tanpa Leonardo Spinazzola.

Di sisi lain, pelatih Spanyol Luis Enrique akan mencoba mengeksploitasi kehilangan besar skuat putih biru. Jelas itu akan menjadi keuntungan besar buat Spanyol.

Baca juga: Prediksi Italia Vs Spanyol, Piala Eropa 2020

Sebelumnya, pada pertandingan lain, perjuangan heroik tim Swiss harus terhenti usai kalah drama adu penalti dengan Spanyol, 3-1.(BangKipot)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *