Pendukung Jerman Belum Move on dengan Gol Jepang

Pendukung timnas Jerman di Piala dunia Qatar 2022 masih belum bisa move on dari kenyataan, tersingkir di babak penyisihan grup lewat gol Jepang, Jumat (2/12/2022).

Pada pertandingan terakhir, asa Jerman untuk melangkah ke babak knockout harus terkubur. Meski menang atas Costa Rica 4-2, posisi Jerman hanya berada di peringkat ketiga.

Hal ini tak lepas dari hasil lainnya, Jepang secara heroik membalikkan keadaan untuk menumbangkan Spanyol 2-1.

Gol kedua Jepang dari Ao Tanaka menyambut umpan Kaoru Mitoma di menit 51, mengundang kontroversi dan debatable. Banyak pihak meyakini sebelum Kaoru Mitoma melakukan umpan silang, bola sudah keluar lapangan.

Alhasil, wasit Victor Miguel de Freitas Gomes asal Afrika Selatan yang memimpin laga antara Spanyol vs Jepang menjadi sasaran hujatan. Namun, sebelum mengambil keputusan, wasit Victor Gomes sempat berkomunikasi dengan asisten di ruang VAR.

FIFA sudah memberikan penjelasan dasar dari pengesahan gol tersebut. Meski sekilas terlihat bola sudah keluar, ternyata ada milimeter bola yang masih bersinggungan dengan garis.

Sesuai peraturan FIFA nomor Sembilan, dalam aturan permainan 2022/2023 dari International Football Association Board (IFAB) tertuang dasarnya.

“Bola dinyatakan keluar lapangan, ketika sepenuhnya melewati garis, baik di tanah maupun di udara.”

FIFA menegaskan, dalam kasus gol Jepang tersebut, keseluruhan bola belum meninggalkan lapangan permainan.

Dalam pertandingan tersebut, Jepang menang lewat gol Ritsu Doan dan Ao Tanaka. Sebelumnya mereka tertinggal lebih dulu lewat gol Alvaro Morata.

Dengan hasil tersebut, Jepang secara mengejutkan menjadi juara grup dengan poin 6. Dua kemenangan Jepang datang saat bersua dengan Jerman dan Spanyol.

Uniknya, dalam dua pertandingan yang skornya 2-1, Jepang berhasil comeback setelah tertinggal lebih dulu. Jepang sekali menerima kekalahan atas Costa Rica 0-1.

Jerman sendiri sebenarnya mengoleksi poin sama dengan Spanyol yakni 4. Namun, Jerman kalah selisih gol yakni 1 berbanding 6.

Baca Juga:  Prediksi Italia Vs Spanyol, Piala Eropa 2020

Timnas Jerman sendiri sudah tiba dengan selamat di kampung halamannya, disambut belasan pendukung setia. Kegagalan lolos ke fase KO merupakan ulangan hasil piala dunia 2018 Rusia.

Padahal tahun 2014, Jerman adalah juara Piala Dunia usai menjungkalkan Argentina 1-0.

Baca: Prediksi Babak 16 Besar Piala Dunia Qatar

Dalam turnamen ini, sejak awal timnas Jerman sudah menjadi bahan pergunjingan ketika kukuh tetap bersikeras dengan dukungan lewat ban kapten pelangi, One Love. Hal ini adalah bentuk dukungan terhadap LGBTQ+ (BangKipot).