oleh

Tarif Dasar Listrik Naik

Saat harga bahan pokok pada naik, Perusahan Listrik Negara (PLN)  juga merestui Tarif Dasar Listrik naik per 1 Juli mendatang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan TDL naik per Juli – September 2022.

Keputusan tersebit tertuang dalam, Surat Menteri ESDM No. T-162/TL.04/MEM.L/2022 tertanggal 2 Juni 2022, tentang Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik.

Ada 5 golongan pelanggan PLN yang harga taruff dasar listrik naik.
Kelima golongan ini adalah golongan 3.500 VA ke atas (R2 dan R3), golongan pelanggan nonsubsidi atau pemerintah (P1, P2 dan P3).

Penetapan penyesuaian TDL dilakukan setiap 3 bulan, yang mengacu pada asumsi makro yaitu kuts, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi serta harga patokan batu bara (HPB).

Walaupun ada kenaikan TDL, pemerintah tetap berkomitmen melindungi masyarakat dengan memberikan listrik subsidi kepada yang berhak. Memang masih banyak masyarakat Indonesia yang hingga saat ini belum bisa merasakan menggunakan listrik.

Baca juga: Situs Judi Slot Online GOWD Meretas Ratusan Website

Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana menyebut pelanggan listrik bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

“Hanya golongan 3.500 VA ke atas yang naik, untuk subsidi tidak ada kenaikan,” jelas Mulyana melansir sedkab.go.id.

Data PLN menunjukkan kenaikan TDL ini berdampak pada 2,09 juta pelanggan rumah tangga mampu, dan 373 ribu pelanggan golongan pemerintah.

Daftar tarif listrik yang berlaku mulai 1 Juli 2022:
1. Pelanggan rumah tangga golongan R2 (3.500 VA – 5.500 VA) tarifnya dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.669,53 per kWh.
2. Pelanggan rumah tangga golongan R3  (6.600 VA ke atas) tarifnya dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh.
3. Pelanggan pemerintah golongan P1 (6.600 VA hingga 200 kVA) tarifnya dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh.
4. Pelanggan pemerintah golongan P3, tarifnya dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh.
5. Pelanggan pemerintah golongan P2 daya di atas 200 kVA, tarifnya dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 kWh.
(oka)

Baca Juga:  Siapkan Saingan Pertamini, Pertamina Luncurkan Pertashop

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.