oleh

Cabut Nyawa Orang, Ortega Terancam 15 Tahun Penjara

Kasus pembunuhan kembali terjadi di Kota Cakalang Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

Pelakunya seorang residivis berpengalaman bernama Oom alias Ortega, yang sudah sering masuk keluar penjara.

Dalam kasus ini, ortega menjadi eksekutor atas tewasnya seorang warga bernama Meydi Kolengen.

Dua tikaman yang bersarang di kaki dan dada korban membuat nyawa Meydi tak tertolong.

Dalam konferensi pers, Kapolres Bitung, AKBP Alam Kusuma S. Irawan  Menyebut, korban Meydi meninggal akibat 2 tusukan di Dada kiri dan Paha sebelah kanan.

Ortega bersama tiga orang temannya terancam hukuman penjara lebih dari 10 tahun

“Ortega dan tiga rekannya terancam penjara 12-15 tahun karena melanggar pasal 338 dan dan pasal 170,” kata Kapolres.

Lanjut Irawan, Ortega terancam hukuman berat karena merupaakan residivis yang sering keluar masuk penjara dengan banyak kasus.

“Tersangka Ortega adalah residivis dengan kasus pencurian, penyerangan dengan senjata tajam, penikaman dan kasus pembunuhan,” jelas Kapolres.

Kapolres Bitung juga menjelaskan kronologi kejadian atas tewasnya Meydi Kolengen di Kelurahan Ranowulu.

Kejadian bermula saat Ortega bersama pacarnya, Monic dan tiga rekannya menghadiri pesta  pernikahan di Kelurahan Danowudu.

Dalam acara tersebut, Ortega dan pacarnya terlibat pertengkaran yang mengganggu orang sekitar.

Beberapa warga kemudian menegur Ortega bersama pacarnya.

“Warga menegur Ortega, tapi dia malah mengeluarkan pisau badik untuk menakuti orang-orang yang menegur,” jelas Kapolres.

Warga kemudian mundur setelah Ortega mencabut badik, kemudian mereka meninggalkan lokasi acara.

Kemudian Meydi dan warga lainnya mengejar Ortega dan rekannya dan terjadi keributan.

“Korban Meydi yang ikut bersama warga sempat ditendang Ortega hingga terjatuh.”

“Setelah korban jatuh, Ortega kemudin menusuk korban pada 

Melihat korban tak berdaya, tiga rekan Ortega ikut melakukan penganiayaan dengan terhadap Meydi.

Warga kemudian membawa orban yang tak berdaya ke rumah sakit, namun tak lama mendapat perawatan Meydi meninggal dunia.

Baca juga: Skandal Lama Terpa Menteri Kabinet Jokowi

Tak berselang lama, polisi menangkap Ortega dan tiga rekannya di lokasi yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Mantiri-Honandar Vs Lomban-Wurangian

“Para pelaku sudah ditangkap Tim Tarsius Presisi di lokasi berbeda-beda,” jelas Kapolres.

Tersangka saat ini telah berada di Mapolres Bitung untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

(Mir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.