oleh

Bom Molotov Serang Rumah Pendeta

Rumah seorang pendeta Gereja Toraja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diserang dengan bom molotov, Minggu (19/9/2021) subuh.

Baca : Masuk Mantos Pakai Scan Barcode PeduliLindungi

Pelaku pelemparan rumah Pendeta Lukas Dayung (59) adalah seorang mantan pegawai gereja bernama Gerardus Sado (46).

Tak berselang lama setelah kejadian tersebut, Polisi berhasil membekuk pelaku di rumahnya yang berada di Perumahan Villa Park Makassar, Minggu (19/9/2021).

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando menyebut setelah mendapat laporan pihaknya kemudian mencari keberadaan tersangka.

“Pelaku kita sudah tangkap selang 4 jam setelah kejadian, sekarang pelaku sedang kami periksa,” kata Lando.

Lebih jauh AKP Lando menjelaskan, aksi pelemparan bom molotov ini sekitar jam 01.00 WITA.

“Kejadian ini terjadi tengah malam, saat itu pendeta Lukas sedang tidur, namun tiba-tiba terdengar suara letupan di atas atap rumah.”

“Setelah pendeta cek keluar ternyata atapnya sudah terbakar, tapi dengan cepat mereka memadamkan api tersebut,” jelas Lando.

Dari keterangan pelaku pelaku bom molotov, Lando menyebut pelaku ingin balas dendam karena dipecat dari pekerjaannya setelah korban memfitnahnya.

Korban dan pelaku sama-sama bekerja di Gereja Toraja Makassar. Pelaku merupakan petugas kebersihan, tapi kemudian berhenti.

“Pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya sakit hati karena pelaku Gerardus pernah sama-sama bekerja dengan korban,” ujarnya.

Pelaku menduga pemecatan terhadapnya karena ada fitnah dari Pendeta Lukas. Merasa sakit hari maka pelaku melakukan balas dendam.

“Motifnya hanya sakit hati, tak ada motif lain. Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan saat ini berada di Polsek Tamalanrea,” ungkap AKP Lando.

Kejadian ini tak menimbulkan korban jiwa, hanya bagian belakang sebuah sepeda motor milik korban yang terbakar.

“Tak ada korban jiwa, karena korban langsung memadamkan api tapi ada sebuah sepeda motor yang terbakar sedikit,” kata Lando.

Terkait kejadian ini, Lando menyebut masyarakat jangan terprovokasi karena pelaku sudah tertangkap.

“Masyarakat jangan terprovokasi, kejadian ini sudah kami tangani, dan pelaku sudah mengakui semua perbuatannya,” pinta Lando.

Baca Juga:  Dear Walikota, Tolong Perhatikan Jalan di Liwas

Kejadian ini sempat membuat masyarakat berkumpul di lokasi kejadian, namun tak berselang lama polisi datang dan mengamankan TKP.

(*/ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed