oleh

Pengadilan Tipikor Manado Ambil Alih Kasus Sri Wahyumi Manalip

Sidang kasus penerimaan gratifikasi mantan Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip (SWM) akan berlanjut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Manado.

Kepastian ini terungkap setelah KPK melimpahkan seluruh berkas SWM ke Tipikor PN Manado, pada 8 September kemarin.

Plt juru bicara KPK, Ali Fikri menyebut kelanjutan sidang dakwaan dugaan penerimaan gratifikasi ini akan berproses sepenuhnya di Manado.

“Siang tadi jaksa KPK Andry Lesmana sudah melimpahkan berkas SWM ke Manado,” kata Ali Fikri di Gedung KPK, Rabu (8/9/2021).

Fikri menambahkan, setelah berkas sudah berada di PN Manado, kewenang penahanan sudah sepenuhnya oleh PN Manado.

“Jadi kewenang penahanan bukan lagi urusan KPK, tapi sudah menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Manado,” ujarnya.

KPK juga menyebut, selama proses persidangan berlangsung penahanan SWM di Manado.

“Penahanan selama persidangan di Rutan Polda Sulawesi Utara,” pungkas Fikri.

Selanjutnya tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menunggu penetapan Majelis Hakim, untuk penetapan jadwal hari persidangan dan agenda pembacaan surat dakwaan.

SWM akan menghadapi dakwaan dugaan kasus penerimaan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017.

Sebelumnya, pada 29 April 2021 KPK kembali menahan Sri Wahyumi atas perkara dugaan penerimaan gratifikasi setelah menjalani penahanan selama 2 tahun.

KPK pernah memvonis 4,5 tahun penjara terhadap SWM, namun pada putusan PK Mahkamah Agung hukumannya berkurang menjadi 2 tahun.

Pada 30 April 2019 KPK berhasil menangkap Sri Manalip di ruang kerja Bupati Kepulauan Talaud.

Saat itu, penangkapan SWM terkait kasus suap proyek revitalisasi Pasar Beo dan Pasar Lirung Kabupaten Talaud.

Dalam beberapa kali persidangan, SWM terbukti menerima suap sebesar Rp491 juta.

SWM juga menerima beberapa barang mewah seperti tas tangan merk Channel berharga puluhan juta.

Lalu, tas merk Balenciaga yang harganya mencapai Rp32 juta, jam rangan rolex dan sebuah cincin bermerk yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga:  Sulut Juara Umum Kejurnas Grasstrack Sebatik

Politisi wanita kelahiran 8 Mei 1977 ini sebelum menjadi Bupati Kepulauan Talaud, pernah duduk sebagai anggota DPRD Talaud.

(*/ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed