oleh

Rolling Jilid Dua Menanti, Orang Dekat JG Saling Sikut

Rolling jilid kedua kembali menguat setelah enam bulan lebih Joune Ganda memimpin Minahasa Utara.

Kabar pergantian jabatan ini, sontak saja membuat sejumlah kepala dinas harap-harap cemas.

Pasalnya, sejumlah kadis ini merupakan orang kepercayaan bupati Vonny Panambunan yang belum juga tergantikan.

Keadaan ini coba dimanfaatkan segelintir orang yang mengaku ring I atau orang dekat Bupati, untuk mencoba mengusulkan nama kepala dinas.

Kepada Newsantara.id, salah satu orang dekat Bupati Joune Ganda menyebut isu rolling ini memang menjadi senjata bagi oknum-oknum tertentu.

“Ini situasi yang memang pas bagi orang dekat bupati untuk mengusulkan nama-nama pejabat baru,” tukas sumber yang minta tak menyebut identitasnya.

Lebih jauh sumber mengatakan, karena haus akan jabatan orang-orang dekat bupati saling “sikut” untuk mendapatkan jabatan.

“Sekarang lebih parah mereka yang mengaku dekat bupati saling menjatuhkan satu sama lain, asalkan mereka bisa mendapat jabatan,” katanya, Senin (6/9/2021) malam.

Bahkan menurutnya, keadaan ini lebih parah dari periode Bupati Vonny Panambunan.

“Ini lebih sadis dari zaman bupati VAP, persaingan kali ini sangat licik,” beber sumber.

Terkait rolling ini, LSM Komunitas Independent Bersama Azaz Rakyat (KIBAR) angkat bicara.

Presiden KIBAR, Andreas Lasut berharap manuver-manuver orang dekat Bupati dan Wakil Bupati, tak menghalangi orang-orang terbaik menjadi pejabat.

“KIBAR berharap Bupati bisa benar-benar menempatkan orang yang bisa mewujudkan visi misi Minut kedepan,” ungkap Lasut.

Ia menambahkan, pejabat yang harus duduk adalah mereka yang benar-benar punya kemampuan pada bidangnya masing-masing.

“Saya harap pejabat berikut punya ide yang kredibel serta bisa melakukan terobosan dan lobi-lobi untuk pembangunan Minut,” tambahnya.

Sementara itu, Isu rolling ini mendapat tanggapan dari Ketua DPC PDIP Minahasa Utara, Denny Lolong.

Kepada media, Lolong memberi peringatan kepada kader-kader PDIP yang menjadi calo dalam isu pergantian pejabat ini.

Menurutnya, penempatan pejabat baru akan sesuai dengan kriteria JGKWL dan tidak ada titip menitip dari partai.

Baca Juga:  Enggan Berlakukan PSBB, Simak Alasan Gubernur

“Jangan ada kader yang coba melakukan intervensi apalagi minta imbalan, apalagi jadi makelar jual beli jabatan,” kata Lolong.

Lebih jauh Lolong mengungkapkan bahwa tidak ada jual beli jabatan. Karena Bupati dan Wakil Bupati mempunya tekad merubah sistem birokrasi.

“Tidak ada jual beli jabatan, mereka yang terpilih merupakan orang pilihan terbaik JGKWL,” pungkasnya.

Dalam beberapa kesempatan Bupati Joune Ganda selalu menegaskan tak ada jual beli jabatan dan titip menitip.

“Sesuai dengan janji kami sewaktu kampanye lalu, birokrasi akan kami ubah, pada semua tingkatan level jabatan akan diisi figur-figur terbaik.”

“Tak ada titip-menitip dan jual beli jabatan, kalau ingin menjadi pejabat tunjukan kerja yang baik dan prestasi,” sebut Ganda.

(oka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed