oleh

Cegah Stunting, MSM Salurkan Bantuan Sembako dan Alkes

Pemerintah Kota Bitung menerima bantuan dari PT MSM/TTN berupa sembako dan alat kesehatan untuk membantu pemenuhan gizi anak.

Bantuan ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk memenuhi kebutuhan anak yang mengalami kurang gizi (stunting).

Bantuan berupa 5 ton beras dan alat kesehatan kepada puskesmas untuk pencegahan masalah stunting.

Presiden Direktur PT MSM/TTN, David Sompie mengapresiasi Pemkot Bitung yang memberikan perhatian kepada anak yang menderita stunting.

“Kami senang bisa membantu Pemkot Bitung guna menanggulangi masalah kekurangan gizi anak,” ungkap Sompie.

Sementara itu, Walikota Bitung Maurits Mantiri menyebut pihaknya sangat senang dengan bantuan dari PT MSM/TTN.

“Kami merasa beruntung bisa mendapat bantuan dari pihak MSM, semoga bantuan ini dapat membantu Pemkot Bitung dalam memberantas masalah stunting,” kata Mantiri.

Masalah gizi di Kota Bitung cukup tinggi karena hingga saat ini masih sekitar 202 anak yang menderita kekurangan gizi.

Data mencatat, 202 anak yang menderita stunting tersebar di 9 Kelurahan yang ada. Kelurahan Pateten I menjadi daerah terparah masalah stunting dengan angka 24 kasus.

Kelurahan ini menjadi prioritas Pemkot Bitung dalam mengatasi masalah kekurangan gizi ini.

Untuk tahap awal penanganan masalah ini, pemkot juga akan menyasar warga penderita stunting di Papusungan, Girian Weru I, Makawidei, Pateten I, Pateten II, Winenet 2, Wangurer dan Wangurer Utara.

Pada bagian lain, Ketua Tim Penurunan Stunting Universitas Sam Ratulangi, dr Nansy Malonda menyebut, dari data pusat kasus stunting di Sulut terjadi tren penurunan kasus.

Awalnya masalah stunting berada pada angka 30-38 persen, namun sekarang mulai turun dan menyetuh angka 20an persen.

“Memang ada terjadi penurunan hingga sekarang berkisar di angka 20 persen. Tapi ini masih harus kita turunkan lagi,” jelas Nansy.

Dokter Nansy menjelaskan, Badan kesehatan dunia WHO mengungkapkan, untuk masalah stunting harus berada di bawah 20 persen, karena diatas itu masih bermasalah.

Baca Juga:  Memprihatinkan, Begini Nasib Buruh Sampah di Manado

“Kasus ini memang agak lama untuk bisa teratasi, karena ini tentang masalah gizi. Kita akan terus lakukan kajian untuk menurunkan angka ini,” pungkasnya.

(mirawan tadjudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed